Siswi SMA Dicabuli Hingga Hamil, Pelaku Kabur

0
20274

DIANTIMUR.COM,KUPANG- Kasus pencabulan anak dibawah umur kembali terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kali ini menimpa, Bunga (15) nama samaran, siswi SMA kelas 1 salah satu sekolah swasta di Kota Kupang.

Karena kejahatan pelaku pencabulan, remaja itu bahkan sampai mengandung.

Lelaki bejat yang mencabuli korban hingga hamil itu, adalah Elmone Ratu alias Fangky (26), warga Kelurahan Naikolan, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Hubungan layaknya suami istri itu dilakukan di rumah pelaku sekitar September 2016 silam. Ternyata hubungan badan itu tidak hanya sekali dilakukan.

Untuk merayu korban, pelaku sering menjanjikan banyak hal, termasuk janji untuk siap menikahi.

Mengetahui sudah berbadan dua, remaja lugu itu menyampaikan ke pelaku. Namun, cacian bahkan ancaman diterimanya.

“Dia ancam mau bunuh saya bahkan dia bilang itu bukan dia yang menghamili saya,” ujar Bunga kepada wartawan, Jumad (24/2/2017).

Semula Bunga berusaha merahasiakan kehamilannya pada orang tuanya.
Namun, ibu korban curiga dengan perubahan badan Bunga.
Wanita itu kemudian membawa anaknya ke dokter untuk diperiksa dan ternyata dokter menyatakan bahwa Bunga positif hamil.

“Saya sama sekali tidak tahu kalau anak saya hamil. Semua tetangga pada omong kalau Bunga hamil. Akhirnya saya menanyakan kepastian siapa laki-laki yang telah membuatnya hamil. Namun, dia malah mengaku kalau tidak pernah berhubungan dengan laki-laki. Saya akhirnya memutuskan membawa urine Bunga ke dokter dan ternyata benar anak saya hamil,” kata ibu korban yang tidak mau namanya dipublikasikan.

Elmondo Ratu alias Fangky, pelaku pencabulan
Elmondo Ratu alias Fangky, pelaku pencabulan

Setelah kembali dari dokter, lanjut ibu korban, dirinya bersama suaminya langsung menuju rumah orangtua pelaku untuk meminta pertanggungjawaban. Naasnya, orangtua pelaku malah menolak kedatangan mereka.

“Kami malah diusir ibu pelaku. Dia hanya bilang pelakunya sudah pergi dan langsung tutup pintu rumahnya,” katanya.

Tak terima hal itu, ibu korban melapor polisi pada 18 Februari 2017. Dia berharap, agar polisi serius menangani kasus yang menimpa anaknya.

“Masa depan anak saya sudah hancur sehingga pelaku harus pertanggungjawabkan perbuatannya. Saya mohon polisi bisa segera tangkap pelaku,” tegas dia.

Kini unit PPA Polsek Maulafa sedang memburu keberadaan pelaku, lantaran sejak dilaporkan, pelaku sudah tidak berada di rumah.

Kapolsek Maulafa, AKP Wiradi S. Leksana  mengatakan, sejak menerima laporan, polisi langsung memburu pelaku.

“Sejak menerima laporan dari saksi pelapor kami langsung menuju rumah pelaku namun keburu kabur. Saat ini kami sedang berkonsentrasi untuk mencari serta menangkap pelaku,” ujar Wiradi.

Menurut Wiradi, pihaknya serius menangani kasus ini karena merupakan kejahatan terhadap anak.

Altivis perempuan NTT, Joice Parera mengatakan, tingkat kasus kekerasan terhadap anak di NTT sangat tinggi. Ironisnya, menurut Joice, LSM atau yayasan yang dibentuk sebagai wadah pendamping atau perlindungan hak anak tidak mampu menyelesaikan persoalan itu.

“Semakin banyak LSM yang bergerak di perlindungan anak tetapi anak menjadi korban kekerasan terus meningkat. LSM sepertinya hanya mencari nama tetapi tidak bekerja,” kata Joice.

Menurut Joice, strategi pencegahan untuk melindungi anak harus segera dibenahi. Selain itu, peran orangtua harus ditingkatkan, bukan saja pengawasan tetapi juga pembekalan iman. (Ola Keda)