Kisah Ironis di Hari Buruh, 16 TKI Ilegal Asal TTU NTT Diamankan Satgas Anti Trafficking

0
850

Kupang– Sebanyak 16 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Noemuti, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) diamankan Satgas Anti Trafficking di Bandara Udara El Tari Kupang, Senin (1/5/2017).

Diantara 16 TKI itu terdapat 1 anak bawah umur dan 3 bocah berusia 3 tahun. Selain TKI, 2 tenaga perekrut juga turut ditahan.

“Mereka semua dari Noimuti TTU direkrut mau ke Kalimamtan Timur kerja di kebun kelapa sawit. Totalnya 20 orang termasuk anak-anak,” ujar Bruno Kupok, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT kepada wartawan, Senin (1/5/2017).

Menurut Brono, mereka direkrut oleh tenaga lapangan Kanis Kosat warga desa, Piboki, Kecamatan Naimuti, TTU dan dijemput oleh salah satu staf PT Maju Kalimantan Harapan, Warni.

Warni merupakan warga Kakmuran Kompleks Pelita RT 04, Desa Sungai Pinang, Kecamtan Sungai Pinang, Samarinda Kalimantan Timur.

“Mereka direkrut Kanis dan dijemput Warni di TTU dan selanjutnya diberangkatkan ke Kaliman Timur sebagai pekerja kebun sawit. Semuanya tanpa dokumen resmi,” jelas Bruno.

Marselina Suni (38) salah satu TKI mengatakan, mereka direkrut oleh Kanis Kosat dan dijanjikan dikerjakan di kebun sawit dengan upah menggiurkan.

“Saya nekad bawa anak saya yang masih berusia 3 tahun karena tergiur dengan gaji besar. Di kampung uang susah sehingga saat ditawarkan saya langsung setuju untuk berangkat.

Warni, perekrut TKI mengatakan, dirinya ke NTT untuk menjemput para TKI berdasarkan perintah dari perusahaan PT Maju Kalimantan Harapan. Menurut dia, semua biaya perjalanan para TKI dibiayai oleh perusahaan sebagai perekrut.

“Saya ditugaskan jemput TKI di Makasar tiba-tiba ditelepon oleh Kanis Kosat katanya ada TKI yang mau bekerja asalkan dijemput oleh perusahaan.

Pantauan wartawan, setelah di tahan di bandara El Tari, ke 16 TKI itu langsung digiring ke kantor Nakertrans NTT untuk dimintai keterangan. (Ola Keda)

BACA JUGA :