Izin Pendirian Universitas Dicabut, Mahasiswa Duduki Gedung DPRD NTT

Izin Pendirian Universitas Dicabut, Mahasiswa Duduki Gedung DPRD NTT

151 Read

Kupang– Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Universitas PGRI NTT melakukan aksi demomlntrasi di kantot DPRD NTT, Senin ( 17/7/2017).

Aksi itu sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa tentang Penerbitan Surat Keputusan KEMENRISTEK DIKTI Nomor : 208/M/KPT/2017 tentang pencabutan izin pendirian Universiyas PGRI NTT.  Menurut mahasiswa, pencabutan izin itu sebagai bentuk penelantaran negara terhadap nasib mahasiswa.

Apris Mali, salah satu mahasiswa dalam orasinya mengatakan, negara harus bertanggungjawab untuk mengalihkan mahasiswa Universitas PGRI NTT ke perguruan tinggi lain yang memiliki program studi yang sama, dengan catatan bukan Perguruan Tinggi yang baru didirikan.

“Negara saat ini sedang mempraktekan pembodohan secara struktural. Secara tiga tahun nasib kami diterlantarkan. Negara harus bertanggungjawab,” tegas Apris.

Dia mengancam akan menduduki gedung DPRD NTT hingga ada kepastian kampus yang akan menjadi peralihan mahasiswa Universitas PGRI NTT yang disampaikan langsung oleh DPRD NTT kepada mahasiswa.

Berikut tiga tuntutan mahasiswa :

1. Negara harus bertanggungjawab untuk mengalihkan mahasiswa Universitas PGRI NTT ke perguruan tinggu lain yang memiliki program studi yang sama.

2. Negara mendesak pihak Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PT PGRI NTT untuk mengganti seluruh kerugian mahasiswa yang timbul sebagai akibat pencabutan izin operasional, merujuk pada SK No. 208/M/KPT/2017.

3. Mahasiswa Universitas PGRI NTT tetap menduduki gedung DPRD NTT hingga ada kepastia kampus yang akan menjadi peralihan mahasiswa. (Yanty)

Komentar Anda?