OKP Cipayung : Viktor Laskodat Politisi Busuk, Berorasi Seperti Anak Kecil

OKP Cipayung : Viktor Laskodat Politisi Busuk, Berorasi Seperti Anak Kecil

178 Read

Kupang– Orasi politik Ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Laskodat yang menuding beberapa partai sebagai pendukung ormas radikal memicu reaksi dari OKP Cipayung Plus yang terdiri dari, GMKI, HMI, PMKRI, PMII dan IMM.

Mahasiswa menilai pernyataan Viktor Laskodat memiliki tedensi politik dan mengandung unsur kebencian.

“Kami menilai Viktor Laskodat adalah politisi busuk yang hanya mau memprovokasi masyarakat NTT dan menciptakan konflik horisontal di NTT. Pernyataan itu menunjukan jika Viktor Laskodat tidak mnghargai nilai-nilai Pancasila,” ujar Ketua PMKRI, Markus Gani dalam konferensi pers di Kupang, Sabtu (5/7/2017).

Ada hal negatif yang disampaikan Viktor Laskodat yang telah menggiring opini sesat publik dan bisa melahirkan pikiran negatif di masyarakat.

“Pernyataan ini berawal dari perdebatan Perpu Nomor 2 Tahun 2017. Jika Viktor Laskodat berjiwa Pancasila, seharusnya tidak boleh mengeluarkan pernyataan seperti itu di NTT. Apalagi Pancasila lahir di NTT, sehingga tidak pantas pernyataan berbau kebencian disebarkan di NTT,” kata Ketua HMI, Munawir La Amin.

Sementara Ketua GMKI NTT, Christo MT Kolimo mengatakan, OKP Cipayung Plus tidak berafiliasi dengan partai politik. Cipayung Plus merespon hal ini karena pernyataan Viktor Laskodat sudah membuat gaduh di NTT dan menyebar bibit provokasi.

“Orasi Viktor Laskodat seperti anak kecil yang baru belajar berpolitik. Kami sebagai mahasiswa tidak punya kepentingan politik. Kami hanya ingin agar masyarakat NTT tidak terprovokasi oleh pernyataan politisi yang hanya mau memecah belah kemajemukan di NTT. Soal proses hukum itu urusan partai politik yang merasa dizolimi,” tegas Christo.

Mahasiswa mendesak Viktor Laskodat segera meminta maaf kepada masyarakat NTT, jika tidak mahasiwa akan mengambil tindakan tegas.

“Kami harap Viktor Laskodat berjiwa besar untuk meminta maaf,” pungkas Christo.

Diberitakan sebelumnya, saat berpidato di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa 1 Agustus 2017, Ketua Fraksi Nasdem di DPR Viktor Laiskodat mengajak masyarakat untuk tidak memilih calon kepala daerah atau calon legislator dari partai-partai ekstremisme dan pro-khilafah, yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya kelompok ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra, partai nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, partai nomor empat namanya PAN,” kata dia.

Viktor melanjutkan, jika khilafah berdiri, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak akan ada lagi. Bahkan, semua orang Indonesia akan diwajibkan melaksanakan shalat dan gereja tidak boleh lagi berdiri. (OK/DIAN)

Komentar Anda?