Mengaku PNS Polri, Mahasiswa Poltekes Kupang Diciduk Polisi 

0
22846

KUPANG– Ariana Atalya Kune, warga Manulai, Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Wanita asal Sumba Barat ini diamankan polisi karena mengaku sebagai PNS Polri. Saat diamankan, mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poktekes) Kupang semester 11 jurusan Keperawatan mengenakan atribut lengkap PNS Polri di Bandara El Tari Kupang, Kamis (19/10/17).

“Ariana ditemukan pagi tadi berseragam lengkap di Bandara Eltari Kupang. Awalnya Kabid Dokkes dan Karumkuit Polda NTT beserta jajaran Bid Dokkes Polda NTT berada di Bandara El Tari Kupang untuk menjemput tim Supervisi dari Mabes Polri,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Abraham Jules Abast Kupang kepada wartawan, Kamis (20/10/2017).

Saat itu, Tim dari Dokkes melihat Ariana memakai seragam PNS Polri dan memakai Badge Biddokes pada lengan baju sebelah kanan. Kabid Dokkes kemudian memerintahkan drg. Rosita R. Sp KG yang merupakan PNS Bid Dokkes Polda NTT untuk bertanya kepada Ariana.

Ketika ditanya Ariana mengaku anggota SPN, sedangkan Badge yg dipakai adalah Badge Biddokes.

“drg. Rosita sp KG melihat pangkat yang dipakai wanita tersebut adalah pangkat dengan Golongan IV A setara dengan pangkat dokter-dokter di Rumah Sakit Bhayangkara sehingga menurut ibu drg. Rosita R. Sp KG  wanita tersebut adalah PNS Polri Gadungan maka wanita itu langsung diamankan ke Polres Kupang Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kombes Jules.

KBO Reskrim Polres Kupang Kota Ipda I Wayan Pasek Sujana mengatakan, pelaku sedang dalam pemeriksaan. Jika ditemukan ada tindak pidana maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kepada wartawan, Ariana mengaku mahasiswa Poltekes Kupang semester 11. Dia mengaku nekad melakukan hal itu untuk menyenangkan hati orangtuanya.

“Saya sudah semester 11 tetapi belum wisuda karena dosen selalu mempersulit tugas akhir saya. Saya stres dan malu dengan keluarga karena belum wisuda, akhirnya saya memutuskan pulang ke Sumba dan memakai seragam biar oarangtua saya tahu kalau saya sudah bekerja,” kata Ariana.

Seragam yang digunakan, menurut Ariana diperoleh dari kakaknya yang bekerja sebagai staf salah satu dokter kepolisian.

“Itu pakian bekas saya ambil lambangnya dan tempel,” imbuh Ariana.

Hingga berita ini diterbitkan Ariana masih dalam proses penyidikan oleh Sat Reskrim  Polres Kupang Kota. (Dian/OK/In Benk)