Derita Wilson Soru, Dituding Lindungi DPO Hingga Dianiaya

Derita Wilson Soru, Dituding Lindungi DPO Hingga Dianiaya

713 Read

KUPANG– Dua oknum polisi di Polsek Alak, Kupang berinisial DYH dan YM dilaporkan ke Polda NTT, Jumat (4/1/2019). Keduanya diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Wilson Soru (38), warga RT 02/RW 01, Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Baca juga : Cinta Terlarang, Pria Kupang Nekad Habisi Nyawa Sepupu

Kuasa hukum korban, Dedy Jahapay, SH mengatakan, korban dianiaya pada 1 Januari 2019 sekitar pukul 20.00 di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah.

“Kejadiannya saat korban hendak mendatangi tantanya Susana Soru Ndun yang beralamat di Noelbaki, dengan tujuan selamatan Natal dan Tahun Baru,” ujar Dedy.

Saat dalam perjalanan, lanjut Dedy, tiba-tiba datang sejumlah anggota Polsek Alak berpakaian sipil menghentikan korban dan menuduh korban mengetahui keberadaan salah satu DPO. Saat itu juga korban langsung dianiaya dua oknum anggota Polsek Alak, DYH dan YM. Usai dianiaya korban langsung digiring ke Polsek Alak.

“Ada tiga saksi saat penganiayaan itu. Korban dituding melindungi salah satu DPO,” ungkapnya.

Wilson Soru bersama kuasa hukumnya, Dedy Jayapai, SH

Tak sampai disitu saja, saat dalam perjalanan ke Polsek Alak,  korban diturunkan dari mobil persis di ujung jembatan Noelbaki dan kembali dianiaya hingga tak sadarkan diri.

Korban baru sadar setelah tiba di Polsek Alak. Usai diperiksa, korban diijinkan pulang namun sepeda motor miliknya ditahan.

“Korban Malam itu juga korban diizinkan pulang, namun korban bersekukuh agar membawa pulang motor,” jelasnya.

Upaya untuk membawa pulang motor tidak disetujui, hingga ke esokan harinya tanggal 2 Januari, barulah korban diantar pulang oleh DYH sampai di Pospol Oesapa namun sepeda motornya tetap ditahan.

“Korban diberi uang Rp 50 ribu untuk transportasi,” beber Dedy.

Akibat penganiayaan, korban mengalami memar di wajah dan kedua matanya serta rasa sakit di dada dan perut. Selain melaporkan soal tindak pidana umum, korban juga melapor ke Propam Polres Kupang Kota.

Kapolsek Alak Kompol I Gede Sucitra membantah adanya kekerasan yang dilakukan anggotanya terhadap Wilson Soru.

Dia menjelaskan, pada tanggal 1 Januari 2019, anggotanya tengah bertugas melakukan penangkapan terhadap salah seorang DPO kasus perampokan di Jalan Baru Kelurahan Alak-Manutapen, yang diketahui sedang menuju salah satu kerabatnya di Desa Nolebaki.

Saat itu, polisi mengetahui DPO itu membonceng Wilson Soru menggunakan sepeda motor menuju rumah kerabatnya. Saat anggotanya hendak melakukan penangkapan, DPO itu berhasil meloloskan diri.

“Karena DPO kabur, anggota membawa Wilson Soru untuk diperiksa terkait keberadaan DPO itu,” katanya.

Dia mengaku tidak ada penganiayaan terhadap Wilson Soru. Wilson dibawa ke Polsek Alak untuk pengembangan informasi terkait keberadaan DPO kasus perampokan. (L6)

Komentar Anda?