Golkar Sumba Timur Tolak SK Pemecatan Gidion Hingga Ancam ke Mahkamah Partai

Golkar Sumba Timur Tolak SK Pemecatan Gidion Hingga Ancam ke Mahkamah Partai

506 Read

KUPANG-Menanggapi SK Pemecatan terhadap Gidion Mbilijora dari jabatan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Sumba Timur, pengurus DPD II Golkar Sumba Timur menggelar rapat pleno seluruh korcab Golkar kecamatan se Sumba Timur, Rabu (9/1/2019).

Baca juga : Laka Lena : Saya maafkan, tetapi proses pergantian tak bisa dirubah

Rapat pleno itu memutuskan secara utuh menolak SK pemberhentian oleh DPD I Golkar NTT. Tim perumus memutuskan membawa kasus itu ke mahkamah partai. DPD II menilai alasan pemberhentian itu tidak mendasar.

“Keputusan secara utuh DPD II dan Korcab seluruh kecamatan Sumba Timur secara tegas menolak keputusan DPD I,” ujar Wakil Ketua OKK Golkar Sumba Timur, Ali Omar Fadaq kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Terkait alasan pemberhentian yang dituding DPD I Golkar NTT, menurut Omar, tidak benar. Sumba Timur sebagai basis Golkar di NTT, selama ini telah bekerja maksimal melakukan perbaikan komposisis struktur pengurus dari tingkat desa hingga kecamatan jelang Pileg/Pilpres.

“Kalau dbilang tidak konsolidasi, itu tidak benar. Kita basisnya Golkar dan kita kerja. SK komposisi struktur pengurus sudah rampung Agustus lalu dan telah dibuat dalam SK. Itu bukti konsolidasi kami,” katanya.

Baca juga : Tolak SK DPD I Golkar NTT, Masa Pendukung Gidion Bakar Foto Melki Laka Lena

Selain itu, alasan DPD II Golkar Sumba Timur yang dituding sering absen memenuhi undangan rapat DPD I, menurut omar sebagai alasan yang dibuat-buat, karena selama ini DPD II mematuhi perintah DPD I Golkar NTT. Bahkan dalam rapat pleno, bukan saja membahas SK pemberhentian tetapi juga membahas hal lain termasuk kemenangan Jokowi-Amin di Sumba Timur.

“Tidak benar, karena selama ada undangan saya selalu dimandatkan hadir. Itukan kolektif kolegial, kehadiran kita lain itu perwakilan Ketua DPD II,” tandas Omar.

Menurut Omar, SK pemberhentian terhadap Gidion sangat berpengaruh terhadap kejayaan Golkar di Sumba. Karena itu dia meminta Ketua DPD I Golkar NTT,  Melki Laka Lena harus bijak menyikapi persoalan itu.

“Saat ini Gidion tidak punya kepentingan apa-apa, tapi hanya karena Golkar, Giidion bekerja selama inu. Gidion punya magnet dengan rakyat, Ia sangat menyatu dengan rakyat, bahkan ada figur yang siap mati bela Gidion. Itu harus disadari,” katanya.

Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena mengatakan, aksi pembakaran itu tidak akan merubah keputusan DPD I Golkar NTT terkait SK pemberhentian Gidion.

“Proses PLT tetap jalan seperti biasa dan jika masalah ini direspon ke mahkamah partai, silahkan saja, tapi tidak halangi proses PLT di Sumba Timur,” kata Melki. (OK/L6)

Komentar Anda?