Ibu Rumah Tangga di Kupang Dianiaya Debt Collector Gegara Terlambat Bayar Kredit

Ibu Rumah Tangga di Kupang Dianiaya Debt Collector Gegara Terlambat Bayar Kredit

976 Read

KUPANG– Nahas menimpa Andi Sumianty (54) warga Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT. Ibu rumah tangga ini jadi korban penganiayaan seorang petugas penagih utang atau debt collector, Jumat (11/1/2019).

Baca juga : Niat Kredit Uang, Kakek 74 Tahun Malah Ditipu Puluhan Juta oleh Marketing PT Taspen Asa Kupang

Sumianty mengaku dianiaya debt collector PT. FIF Cabang Kupang bernama Erwin S. Donggi di kediamannya.

Ia menuturkan, kejadian itu berawal ia didatangi debt collector di kiosnya. Debt collector itu menagih angsuran kredit sepeda motor Honda Beat atas nama Ansar Samporang yang adalah suaminya.

Kepada debt colector, Sumianty menjelaskan jika ia terlambat bayar karena orang yang memakai sepeda motor sedang berlibur di Rote dan baru bisa kembali besok. Mendengar penjelasan itu, kata dia, debt colllector itu malah membentaknya bahkan mengeluarkan kata-kata kotor.

Baca juga : Aksi Memalukan Satgas Trafficking Disnakertrans NTT Terlantarkan Mahasiswi Alor di Bandara El Tari

Sikap tak sopan debt collector itu membuat  Sumianty mengambil sikap mendorongnya dan menyuruh pulang. Namun, dorongan itu dibalas dengan pemukulan. Akibatnya, Sumianty mengalami luka memar di wajah.

“Sepeda motor itu kreditnya memang atas nama suami saya, tetapi pemiliknya adik saya. Dia lagi berlibur dan rencanaya besok kembali dan langsung membayar. Apalagi baru terlambat empat hari. Ew, dijelaskan baik-baik saya malah dipukuli,” katanya.

Korban melaporkan kasus penganiayaan ke Polsek Alak dengan nomor laporan polisi Nomor: STPL/11/I/2019/Sektor Alak. (OK/L6)

Komentar Anda?