Ombudsman NTT Telusuri Pelanggaran SOP Pencekalan Mahasiswi Alor

Ombudsman NTT Telusuri Pelanggaran SOP Pencekalan Mahasiswi Alor

596 Read

KUPANG– Ombudsman RI Perwakilan NTT menelusuri proses pencekalan mahasiswi Alor, Selfina Etidena oleh Satgas Anti Human Trafficking Dinas Nakertrans NTT.

Baca juga : Cekal Mahasiswi Alor, Plt. Kadis Nakertrans NTT Dipolisikan

Kepala Obudsman NTT, Darius Beda Daton mengatakan, sejak menerima pengaduan korban, Ombudsman membentuk tim khusus reaksi cepat guna mengungkap kasus itu. Tim reaksi cepat, kata dia, bertugas memeriksa dan mengambil informasi dari Angkasa Pura dan Dinas Nakertrans NTT.

“Gugus tugas terdiri dari beberapa instansi dan memang ada SK Gubernur NTT. Mereka bertugas melakukan pencegahan dan pengawasan di bandara. Kami mau memastikan apakah pencekalan itu sudah sesuai SOP atau tidak,” ujar Darius kepada wartawan, Senin (14/1/2019).

Baca juga : Cekal Mahasiswi Alor, Plt. Kadis Nakertrans NTT Dapat Kado Telur Busuk

Dia mengatakan, saat ini data yang diperoleh belum lengkap. Karena itu, Ombudsman hari ini kembali menggelar rapat dengan pihak Angkasa Pura dan Nakertrans untuk menggali  informasi tambahan. Jika datanya sudah lengkap, Ombudsman akan membuat laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP).

Dalam penelusuran itu ditemukan ada penyimpangan, kata Darius, LAHP itu akan diserahkan ke kepala tim gugus tugas sebagai terlapor.

“Dari LAHP kita akan melihat apa saja yangg perlu disempurnakan dari SOP yang ada,” katanya.

Baca juga : Nakertrans NTT Bantah Robek Tiket Mahasiswi Alor, Sisilia : Sudah sesuai SOP

Dia menilai, SOP pencekalan calon TKI/TKW masih sangat kurang karena belum ada rincian tugas jelas dari masing-masing instansi.

“Masih punya kekurangan. Dalam SOP juga belum diatur soal rehabilitsi dan ganti rugi jika terjadi kelalaian petugas dan itu belum diatur,” tandas Darius.

Selfina dicekal Satgas Human Trafficking Nakertrans NTT pada 4 Januari 2019 lalu di Bandara El Tari Kupang. Saat itu, Selfina hendak berangkat ke Yogyakarta menggunakan pesawat Lion Air, karena tidak mampu menunjukan kartu mahasiswa. Setelah dilakukan berbagai upaya, Selfina juga belum bisa diberangkatkan ke tempat kuliahnya.

Kasus ini pun berakhir pidana. Setelah melakukan demonstrasi di DPRD NTT, ratusan masa dari paguyuban keluarga besar Alor di Kupang melaporkan kasus itu ke Polda NTT, Senin (14/1/2019). Selain melaporkan Plt. Kadis Nakertrans, Sissilia Sona, Selfin juga melaporkan petugas Satgas TPPO yang bertugas di Bandara El Tari Kupang. (OK/L6)

Komentar Anda?