Komisi V DPRD NTT Kecam Sikap Nakertrans, Jimmi Sianto : Tolak prilaku arogan

Komisi V DPRD NTT Kecam Sikap Nakertrans, Jimmi Sianto : Tolak prilaku arogan

618 Read

KUPANG– Komisi V DPRD mengecam sikap Satgas anti human trafficking Dinas Nakertrans NTT yang mencekal mahasiswi asal Alor, Selfina Etidena.

Baca juga :Cekal Mahasiswi Alor, Plt. Kadis Nakertrans NTT Dipolisikan

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto saat beraudiens dengan ratusan mahasiswa Alor mengatakan DPRD NTT sangat mendukung langkah gubernur NTT untuk memberantas masalah human trafficking di NTT. Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan pendemo, Jimmi mengaku secara pribadi maupun lembaga mengecam keras dan menolak sikap arogansi dari petugas satgas anti human traficking.

“Perilaku arogan bukan merupakan budaya masyarakat NTT dan juga bukan budaya masyarakat Indonesia karena itu kita tolak keras perilaku arogan dari para pelayan masyarakat,” tegas Jimmi, Senin (14/1/2019).

Baca juga : Ombudsman NTT Telusuri Pelanggaran SOP Pencekalan Mahasiswi Alor

Menurut Jimmi, DPRD mendukung sikap keuarga untuk menempuh jalur hukum. DPRD akan berproses sesuai tugas dan tanggungjawab melakukan pengawasan.

Komisi V juga akan menjadwalkan mengundang pemerintah dalam hal ini pemerintah dan semua pihak yang masuk dalam satgas anti human traficking.

Pantauan wartawan, audiens itu berjalan alot. Desakan mahasiswa menghadirkan Plt. Kadis Nakertrans tidak dipenuhi Komisi V. Mahasiswa sempat menggebrak meja ketika tuntutan mereka diskors. Aksi itu berhasil diredam anggota DPRD. Bahkan, anggota DPRD NTT asal Alor, Alexander Ena sempat mengeluarkan ancaman terhadap petugas Satgas human trafficking.

“Jika ada petugasnya disini maka saya akan pukul langsung sehingga bukan hanya bapak ibu yang panas tetapi saya juga marah,” ujar Alex dengan nada keras.

Baca juga : Nakertrans NTT Bantah Robek Tiket Mahasiswi Alor, Sisilia : Sudah sesuai SOP

Selfina dicekal Satgas Human Trafficking Nakertrans NTT pada 4 Januari 2019 lalu di Bandara El Tari Kupang. Saat itu, Selfina hendak berangkat ke Yogyakarta menggunakan pesawat Lion Air, karena tidak mampu menunjukan kartu mahasiswa. Setelah dilakukan berbagai upaya, Selfina juga belum bisa diberangkatkan ke tempat kuliahnya.

Kasus ini pun berakhir pidana. Setelah melakukan demonstrasi di DPRD NTT, ratusan masa dari paguyuban keluarga besar Alor di Kupang melaporkan kasus itu ke Polda NTT, Senin (14/1/2019). Selain melaporkan Plt. Kadis Nakertrans, Sissilia Sona, Selfin juga melaporkan petugas Satgas TPPO yang bertugas di Bandara El Tari Kupang. (OK/L6)

Komentar Anda?