Tiketnya Disobek, Biaya Kepulangan Selfina Ditanggung Keluarga, Sisilia : Sampai jumpa di Yogyakarta

Tiketnya Disobek, Biaya Kepulangan Selfina Ditanggung Keluarga, Sisilia : Sampai jumpa di Yogyakarta

1,531 Read

KUPANG– Kasus pencekalan mahasiswi Alor, Selfina Etidena oleh Satgas human trafficking Dinas Nakertrans NTT berakhir damai. Meski demikian, pihak Nakertrans belum juga mengganti semua kerugian materi yang dialami Selfi.

“Biaya kepulangan saya ditanggung keluarga besar Alor di Kupang,” ujar Selfi kepada wartawan usai berdialog dengan Komisi V DPRD NTT, Selasa (15/1/2019).

Baca juga : Cekal Mahasiswi Alor, Plt. Kadis Nakertrans NTT Dipolisikan

Meski diperlakukan tak manusiwi Selfi mengaku tak menaruh dendam. Ia mengaku telah memaafkan pihak yang telah merugikannya. Ia juga berterimakasih kepada seluruh keluarga besar Alor yang sudah mengadvokasi persoalan ini hingga tuntas.

“Jujur, saya memang masih trauma, tetapi saya  memaafkan mereka. Terimakasih banyak buat semua keluarga besar Alor di Kupang. Hanya dengan doa saya membalas kebaikan saudara semua,” kata Selfi sambil meneteskan air mata.

Plt. Kadis Nakertrans NTT, Sisilia Sona mengaku salah dan mememinta maaf kepada seluruh masyarakat NTT juga kepada Selfina dan keluarga secara pribadi. Dia bahkan berjanji mememui Selfina di Yogya dalam waktu dekat.

“Hari ini semua persoalam selesai. Dalam waktu dekat saya akan temui Selfi di Yogya,” katanya.

Baca juga : Komisi V DPRD NTT Kecam Sikap Nakertrans, Jimmi Sianto : Tolak prilaku arogan

Sisilia juga berharap agar persoalan hukum yang telah dilaporkan keluarga besar Alor di Polda NTT bisa dihentikan.

“Semuanya sudah damai, saya harap laporan polisi juga ditarik, kan semuanya sudah beres,” pungkas Sisilia.

Usai beraudiens di DPRD NTT bersama Nakertrans NTT dan semua tim satgas, Selfin diantar keluarganya di Bandara El Tari Kupang menuju Yogyakarta.

Proses Hukum Berlanjut

Kuasa hukm Selfina, Dedy Jahapay mengatakan, meski persoalan itu sudah diselesikan namun laporan polisi yang disudah dilayangkan terus berjalan.

“Bagaimanapun itu proses hukum tetap berjalan,” ujar Dedy kepada wartawan, Selasa (15/1/2019).

Selain melaporkan Plt. Kadis Nakertrans, Sisilia Sona, pihaknya juga melaporkan petugas Satgas TPPO yang bertugas di Bandara El Tari Kupang.

Dia mengatakan, Sisilia dan petugas Satgas dipolisikan karena diduga kuat telah terlibat kasus perampasan kemerdekaan dan telah membuat perasaan tidak menyenangkan seperti diatur dalam pasal  333 KUHP dan 335 KUHP.

“Perbuatan Plt. Kadis Nakertrans jelas masuk unsur pidana. Mereka sudah bertindak sewenang-wenang. Saya akan kawal kasus ini hingga diproses tuntas,” ujar Dedy.

Dia menambahkan, selain laporan secara pidana, Sisilia juga dilaporkan secara perdata.

“Langkah perdata minggu depan saya daftar gugatannya. Soal indikasi mall administrasi, kita akan bawa persoalan ini ke Ombudsman RI dan Komnas HAM,” tegas Dedy. (OK/L6)

Komentar Anda?