Dua Jembatan di Sikka Putus, Warga Ancam Tak Pilih Jokowi Jika Gubernur NTT Acuh

0
0

SIKKA– Dua jembatan di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT putus diterpa banjir bandang pasca hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Kamis 17 Januari 2019.

Dua jembatan putus itu yakni, jembatan Dagamage dan Jembatan Magerepu di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Akibatnya, aktivitas warga di wilayah itu lumpuh total.

Baca juga: Diajak Main ke Rumah, Gadis 17 Tahun di Sikka Malah Digarap Pacar

Salah satu warga desa Kolisia, Benediktus Bronfil mengatakan, jembatan itu berstatus jalan propinsi yang menghubungkan tiga kabupaten yakni Sikka, Ende dan Nagekeo. Dia mengaku wilayah itu sudah menjadi langganan banjir sejak 2018 lalu.

Dia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar tidak mengganggu aktivitas warga.

“Ini merupakan wilayah pantura yang menghubungkan tiga kabupaten. Jika pak gubernur tidak segera memperbaiki, kami tidak lagi memilih Jokowi sebagai Presiden,” ujar Benediktus.

Ia mengatakan, kondisi jembatan yang rusak setiap musim hujan sudah disampaikan warga saat masa kampanye pemilihan bupati Sikka dan gubernur NTT.

“Mereka hanya datang pantau dan foto tetapi tidak memberikan bukti. Akses transportasi ke kota Maumere dan dua kabupaten lain putus selamanya jika dibiarkan begini,” katanya.

“Kami merasa dianaktirikan oleh pemerintah baik pemerintah pusat sampai daerah. Bayangkan kalau ada warga yang sakit dan mau ke rumah sakit, kami harus bagaimana,” tambahnya.

Baca juga : Menuju Industri Pariwisata Sikka, Ini Empat Skala Prioritas yang Perlu Diterapkan

Khasmi, warga Magepanda mengaku kondisi jembatan tahun ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk menyeberang jembatan itu, warga harus mengeluarkan biaya tambahan.

“Sangat sulit kalau nyebrang banjir sambil membawa barang dan menggendong anak. Terpaksa harus sewa orang untuk angkat barang,” katanya.

BACA JUGA:   Kreativitas Ibu-Ibu PKK Desa Marokota Ciptakan Sabun Herbal

Jalur Alternatif

Pantauan wartawan, Jumat (18/1/2019) pagi hingga sore, selain jembatan, badan jalan pun putus disapu banjir. Warga yang hendak ke kota Maumere dan beberapa daerah lainnya melalui wilayah pantura terpaksa menyeberang melewati sungai Dagemage. Beberapa warga yang sedang sakit, bayi dan beberapa lansia harus digendong saat melintas di lokasi itu.

Warga pun terpaksa membuka jalur alternatif yang hanya bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat dan roda enam sama sekali tidak bisa menyeberangi karena tidak ada jalur alternatif.

Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Sikka, Polsek Nita, dan Pospol Ndete dikerahkan ke jalur alternatif. Personil Tagana Sikka yang bersiaga di tempat ini ikut membantu warga yang hendak melintas.

Belum bisa dipastikan kondisi ini diatasi. Hingga kini, belum tampak pejabat dari Pemprop NTT atau pun instansi terkait dari propinsi mendatangi lokasi itu. (J.Dgz)