Aksi Tegas Wali Kota Kupang Copot Kadis Perhubungan Hingga Jadi Kota Terkotor

Aksi Tegas Wali Kota Kupang Copot Kadis Perhubungan Hingga Jadi Kota Terkotor

252 Read

KUPANG– Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore memecat pimpinan hingga staf di Dinas Perhububungan Kota Kupang.

“Semuanya kami pecat mulai dari pimpinan sampai ke staf-staf di bawa kami pecat semua,” ujar Jefri usai acara pelantikan pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kota, Jumat 18 Januari 2019.

Baca juga : Korban Mutasi Adukan Bupati Alor ke KASN 

Alasan pemecatan kata Jefri, karena tidak melaksanakan tugas dengan baik serta adanya indikasi korupsi.

”Yang pertama tidak melaksanakan instruksi pimpinan, berikutnya ada indikasi yang merugikan keuangan daerah Kota Kupang,” katanya.

Pemecatan tersebut dilaksanakan hari itu juga dan sudah memerintahkan untuk membuat suratnya.

“Pagi-pagi saya perintahkan untuk membuat surat,” tegas Jefri.

Kota Terkotor

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat sejumlah kota terkotor di Indonesia sesuai penilaian Adipura periode 2017-2018.

Baca juga : Wali Kota Kupang : Lokalisasi pasti ditutup, kalau mau pergi dari sekarang

Di antaranya terdapat Kota Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur.  Kota terkotor lainnya yakni Medan, selanjutnya Bandar Lampung, Manado dan Sorong. Sedangkan kota terkotor nomor 2-10 ialah Waikabubak (Sumba Barat), Waysai (Raja Ampat), Bajawa (Ngada), Ruteng (Manggarai) dan Buol (Sulawesi Tengah).

“(Kota terkotor mendapat) Penilaian paling rendah antar kota-kota Adipura yang kita nilai, kan ada 300 sekian kota yang kita nilai, dan itu adalah kota yang jelek,” kata Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK Rosa Vivien Ratnawati di Jakarta, Senin (14/1) dilansir antara.com.

Kota-kota tersebut dinilai kotor karena sejumlah alasan yakni pengelolaan tempat pemrosesan akhir yang buruk, masih menerapkan open dumping (pembuangan terbuka), serta belum menyelesaikan dokumen kebijakan dan strategi daerah (jatkstrada) pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan Kota Kupang dan Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat merupakan kota terkotor di provinsi tersebut. (DIAN)

Komentar Anda?