Sikka Juga Indonesia, Aksi Heroik Tagana Selamatkan Warga dari Terjangan Banjir

Sikka Juga Indonesia, Aksi Heroik Tagana Selamatkan Warga dari Terjangan Banjir

289 Read

SIKKA– Dua jembatan di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT putus akibat diterpa banjir bandang pasca hujan deras mengguyur wilayah itu sejak, Kamis 17 Januari 2019.

Baca juga : Dua Jembatan di Sikka Putus, Warga Ancam Tak Pilih Jokowi Jika Gubernur NTT Acuh

Dua jembatan putus itu yakni, jembatan Dagamage dan Jembatan Magerepu di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Akibatnya aktivitas warga di wilayah itu lumpuh total.

Untuk membantu warga, personil Tagana Sikka diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan upaya pertolongan warga dengan alat seadanya.

Beni Pius Daga, salah satu personil Tagana Kabupaten Sikka menuturkan, sejak banjir bandang yang merusaki jembatan itu, ia bersama rekannya siaga di lokasi itu. Mereka menolong warga yang hendak menyeberang.

Diterjang derasnya banjir, tim Tagana terus berupaya melakukan evakuasi warga.

“Warga lansia, sakit, balita dan perempuan, kita gendong menyebrang,” kata Beni kepada wartawan, Sabtu (19/1/2019).

Meski menantang badai, ia bersama tim tetap berada di lokasi untuk mengevakuasi warga tiga kabupaten yang hendak melintas.

“Ini tugas kami, apapun kami lakukan demi nyawa manusia,” katanya.

Untuk mengatasi kondisi itu, Tim Tagana telah membuka akses alternatif untuk memperlanacar akses transportasi. Meski demikian menurut dia, pemerintah harus segera memperbaiki jembatan karena jalur alternatif hanya dibuka sementara.

Baca juga : Diajak Main ke Rumah, Gadis 17 Tahun di Sikka Malah Digarap Pacar

Ia menambahkan, sejak warga diterjang banjir, Bupati Sikka, Robbi Idong bersama dinas terkait sudah memantau langsung lokasi itu.

Jalur Alternatif

Pantauan wartawan, selain jembatan, badan jalan pun putus disapu banjir. Warga yang hendak ke kota Maumere dan beberapa daerah lainnya di wilayah pantura terpaksa menyeberang melewati  sungai Dagemage. Beberapa warga yang sedang sakit, bayi dan beberapa lansia harus digendong saat melintas di lokasi itu.

Tim Tagana dibantu warga terpaksa membuka jalur alternatif yang hanya bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat dan roda enam sama sekali tidak bisa menyeberangi karena tidak ada jalur  alternatif.

Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Sikka, Polsek Nita, dan Pospol Ndete dikerahkan ke jalur alternatif. Personil Tagana Sikka yang bersiaga di tempat ini ikut membantu warga yang hendak melintas. Tidak diketahui hingga kapan kondisi ini diatasi pemerintah.(OK/J.DGZ/DIAN)

Komentar Anda?