April 2019, Ground Breaking Jembatan Palmerah Larantuka

0
2

KUPANG– Ground breaking (peletakan batu pertama) jembatan Pancasila, Palmerah Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT akan dilakukan pada awal April 2019 ini.

“Ground breakingnya sebelum Pilpres, tetapi konstruksinya akhir tahun baru dimulai,” ujar Mr. Anthony tim PUPR Belanda saat  menggelar rapat bersama staf FMO, Bank Pembangunan Belanda dan Pemprov NTT di ruang asisten II,” Selasa (22/1/2019).

Baca juga : Dua Jembatan di Sikka Putus, Warga Ancam Tak Pilih Jokowi Jika Gubernur NTT Acuh

Ia mengatakan, pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Larantuka dengan Pulau Adonara itu menelan anggaran sebesar 225 juta dolar atau setara dengan 3 triliun lebih.

Dana pembangunan ditanggung 100% oleh FMO, bank daerah Belanda tanpa membebankan APBD NTT. Proyek ini akan bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Wika, Local PU dan PLN.

Selain pembangunan jembatan Palmerah, akan dibangun juga turbin (pembangkit listrik tenaga air) di selat Gonzalu dengan kekuatan 300 mw.

“Lebar jembatan 30 meter dan tinggi 8 meter sehingga tidak berpengaruh pada perhubungan laut dan biota laut,” katanya.

Baca juga : Kasus Jembatan Waima Dilimpahkan ke Kejari Lembata, Kejati : Jika ada yang halangi ditindak tegas

Dia mengaku tim pembangunan Palmerah sudah melakukan studi dampak kapasitas jaringan listrik yang dihasilkan arus laut gonzalu.

“Sudah ada studi dari PLN terkait Rencana Umum Tenaga Listrik (RUTL). Rencananya arus listrik akan dibeli oleh PLN hingga sampai ke Labuan Bajo, Manggarai Barat,” jelasnya.

Ia berharap, jembatan terbesar di dunia itu dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. “Terkait Amdal kami serahkan ke Pemda. Rencananya, pelabuhan laut juga dipindahkan untuk perlancar perhubungan laut,” tandasnya.

Terkait nasib nelayan yang selama ini mencari hidup di Pantai Palo-Tanah Merah Adonara, Mr. Anthon mengatakan, proyek pembangunan jembatan Palmerah akan menyerap 800 tenaga kerja, sehingga akan memudahkan warga lokal untuk mendapat kerja. “Akan diutamakan tenaga lokal dan nelayan disana akan jadi prioritas” tandasnya.

 

Maket jembatan Pancasila-Palmerah

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno mengatakan DPR NTT mendukung penuh rencana pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah. Menurut dia, pembangunan jembatan itu diyakini membawa manfaat bagi masyarakat NTT khususnya Flores akan kebutuhan listrik.

“Flores punya mimpi soal listrik apalagi ini tidak membani APBD. Semoga segera direalisasikan,” kata Anwar.

Rapat itu dihadiri, Asisten II Setda NTT, Alexander Sena, Kadis PU NTT, Andre Koreh, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Ketua Komisi IV  DPRD NTT, David Wadu dan utusan Dinas Pertambangan NTT. (Ola Keda)