Kupang Kota Kasih Kini Jadi Kota Terkotor, Dimanakah Petugas Kebersihan?

Kupang Kota Kasih Kini Jadi Kota Terkotor, Dimanakah Petugas Kebersihan?

271 Read

KUPANG-Meski mendapat julukan sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) namun, hingga kini Kota Kupang belum juga berbenah.

Baca juga : Aksi Tegas Wali Kota Kupang Copot Kadis Perhubungan Hingga Jadi Kota Terkotor

Tumpukan sampah terlihat berserakan hampir di seluruh sudut kota yang dijuluki kota kasih ini. Bahkan, dari sekian kelurahan di Kota Kupang, ada wilayah yang belum memiliki tempat sampah umum.

Seperti di Jalan HTI tepatnya di RT 12 RW 7, Kelurahan Maulafa, Kota Kupang. Tumpukan sampah menggunung bahkan berserakan hingga ke badan jalan. Ironisnya, pemandangan jorok itu tak jauh dari kantor camat Maulafa.

“Disini belum ada tempat sampah umum. Warga tumpuk saja di tepi jalan dan diangkut petugas kebersihan. Kadang sampai sebulan baru diangkut. Yang sekarang sudah tiga minggu belum diangkut juga,” ujar Ama Feri Lado warga setempat kepada wartawan, Selasa (22/1/2019).

Ia berharap petugas kebersihan segera mengangkut sampah itu karena akan berdampak pada kesehatan warga. “Musim hujan kan musim sakit, kalau lingkungan kotor begini, bagaimana mau sehat,” katanya.

Pemandangan serupa juga terlihat di depan Kantor DPD NTT. Sampah kantor yang diisi dalam kantong besar di biarkan saja di atas trotoar. Hingga kini, belum juga ada petugas kebersihan yang mengangkutnya.

“Itu sudah empat hari lalu, belum ada petugas kebersihan yang angkut,” kata Tina, salah satu pedagang rujak di area itu.

Sejak diumumkan jadi kota terkotor, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat beberapa waktu lalu turun langsung bersama staf melakukan aksi pungut sampah di wilayah Kota Kupang.

Kota Terkotor

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat sejumlah kota terkotor di Indonesia sesuai penilaian Adipura periode 2017-2018.

Di antaranya terdapat Kota Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur.  Kota terkotor lainnya yakni Medan, selanjutnya Bandar Lampung, Manado dan Sorong. Sedangkan kota terkotor nomor 2-10 ialah Waikabubak (Sumba Barat), Waysai (Raja Ampat), Bajawa (Ngada), Ruteng (Manggarai) dan Buol (Sulawesi Tengah).

“(Kota terkotor mendapat) Penilaian paling rendah antar kota-kota Adipura yang kita nilai, kan ada 300 sekian kota yang kita nilai, dan itu adalah kota yang jelek,” kata Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK Rosa Vivien Ratnawati di Jakarta, Senin (14/1) dilansir antara.com.

Kota-kota tersebut dinilai kotor karena sejumlah alasan yakni pengelolaan tempat pemrosesan akhir yang buruk, masih menerapkan open dumping (pembuangan terbuka), serta belum menyelesaikan dokumen kebijakan dan strategi daerah (jatkstrada) pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan Kota Kupang dan Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat merupakan kota terkotor di provinsi tersebut. (OK/L6)

Komentar Anda?