Telan Anggaran Miliaran, Pasar Baru Larantuka Mubazir

Telan Anggaran Miliaran, Pasar Baru Larantuka Mubazir

643 Read

LARANTUKA– Proyek pembangunan pasar baru Larantuka, Flores Timur menelan anggaran hingga miliaran rupiah. Proyek tahun anggaran 2016 itu bersumber dari dana Tugas Pembantu (TP) pusat, APBN hingga APBD. Ironisnya, hingga kini belum juga ditempati para pedagang bahkan terkesan mubazir.

“Sudah hampir tiga tahun belum dimanfaatkan pedagang,” ujar Ketua Komisi B, DPRD Flotim, Yohanes Paru kepada wartawan belum lama ini.

Baca juga : Cerita perjuangan Anton Hadjon Gempur Stunting di Flotim

Dia berjanji Komisi B akan memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan pasar itu.

“Mereka harus mempertanggung jawabkan kembali pemanfaatan pasar. Kami akan menelusuri sejauh mana  pasar itu mulai dikerjakan sampai dengan saat di PHO. Apabila ada hal-hal yang di luar regulasi maka DPR tidak segan-segan membentuk pansus,” tegas Yohanes.

Dia mengatakan, proyek pembangunan pasar Larantuka sudah banyak menelan anggaran karena itu harus bermanfaat bagi pedagang. Bahkan, ada lagi pengajuan anggaran baru dari pemerintah untuk pembangunan pagar dan membuka jalur masuk. Sehingga ada penambahan anggaran kurang lebih Rp 300 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

“Akan dibangun rabat agar jangan terjadi genangan air di dalam lokasi pasar,” katanya.

Baca juga : Reaksi Keras Bupati Flotim Tanggapi Kritikan DPR

Bupati Flores Timur, Anton Hadjon mengatakan, saat ini pembangunan pasar itu sudah ditahap persiapan dan penataan sehingga tidak ada lagi anggaran daerah yang dikeluarkan untuk membayar lahan sewa tanah.

Pantauan wartawan, para pedagang membuka lapak kecil untuk berjualan. Meski demikian, mereka tetap ditagih biaya retribusi oleh petugas.

“Setiap hari kami membayar retribusi pasar, tetapi tempat yang layak untuk kami berjualan tidak ada,” ujar Nur Aini, salah satu pedagang. (DIAN)

Komentar Anda?