Warga Galang Petisi Tolak Pembangunan Gedung DPRD Flotim

Warga Galang Petisi Tolak Pembangunan Gedung DPRD Flotim

487 Read

LARANTUKA-Polemik rencana pembangunan gedung DPRD Flores Timur (Flotim) terus bergulir dan mendapat penolakan keras dari warga. Salah satunya, muncul petisi menolak pembangunan itu.

Baca juga : JTP Sagu Mubazir, Siapa Mr.X Dibalik Gabriel Seri de Ornay?

Tanda tangan petisi penolakan itu digagas warga Flores Timur, Icad U Labina Fernandez yang saat ini menetap di Jakarta.

“Kami menyampaikan petisi ini  untuk menolak pembangunan gedung DPRD Flotim di Waibalun oleh Bupati dan DPRD Flotim karena melanggar Perda  No. 7 Thn 2012,  tentang rencana detail tata ruang kawasan perkotaan Larantuka Thn 2012-2032, kabupaten Flores Timur. Sekaligus meminta kepada Bupati Flores Timur dan DPRD untuk membatalkan  kebijakan tersebut,” kata Icad.

Baca juga : Telan Anggaran Miliaran, Pasar Baru Larantuka Mubazir

Dia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama selamatkan Flores Timur dari kebijakan yang tak berpihak pada rakyat dan lewotana.

Berikut tujuh pokok pikiran penolakan : 

1. Bahwa Perda 2012 itu adalah produk hukum yang wajib jadi rujukan dalam pelaksnaan tugas PEMDA dan DPRD Flotim .

2. Kebijakan yang ditempuh PEMDA dan DPRD itu belum ada perubahan klausul perdanya. Perubahan sebuah perda harus melalui proses Program Legislasi Daerah(prolegda), untuk di sosialisasikan ranperda perubahannya, guna mendapatkan saran pertimbangan dari masyarakat.

3.  Ternyata proses perubahan Perda tersebut belum ada/tidak ada. Berarti Pemda dan DPRD Flotim berjalan di luar rujukan hukum yang ada dan berlaku syah.

4. Mohon di cek lagi di risalah sidang APBD 2019. Informasinya bahwa informasinya ada sekian/lebih banyak fraksi dalam kata putusnya menolak pemindahan lokasi pembagunan DPRD Flotim yang lama saat ini ke lokasi baru lain.

5. Bahwa diseputaran lokasi gedung Bale Gelekat saat ini, tersedia lahan Pemda Flotim yang luasnya masih sangat cukup dibangun tambahan ruang gedung DPRD Flotim yang lebih representatip.

6. Rakyat Lewotana Flotim berhak mebgetahui secara terang benderang, berapa besar satuan biaya semua komponen bangunan gedung yang mencapai 34 M lebih itu, apalagi dengan sistim multi year. Termasuk satuan harga areal lahan baru yang hendak dibeli itu.

7. Dari aspek historis, strategis dan ekonomis juga moral kultur Lamaholot Lewotana, Gedung Bale Gelekat adalah jati diri rakyat Lewotana Flotim kemarin, hari ini, dan kedepan. Untuk itu Kontrak kerja yang sudah dilakukan harus diputuskan/batal demi hukum. (OK/L6)

Komentar Anda?