Diduga Simpan Dana Desa di Rekening Pribadi, Kades Baumata Belum Ditindak

0
0

OELAMASI– Masyarakat Anti Korupsi Desa Baumata, Kabupaten Kupang mendatangi Polres Kupang, Jumat (25/1/2019). Mereka mempertanyakan perkembangan kasus yang dilaporkan terkait dugaan korupsi Pendapatan Asli Desa dan pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2016, 2017 dan 2018.

Tokoh masyatakat, Isak Balbessy mengatakan sebagai tokoh masyarakat, punya kewenangan fungsi kontrol seluruh kegiatan di desa bahkan pengelolaan keuangan seperti yang tertuang dalam undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014.

Baca juga : Pembangunan JTP Sagu Sarat Korupsi : Segera tangkap PPK dan kontraktor

Ia menjelaskan, kasus itu dilaporkan pada Februari 2018 di unit Tipikor Polres Kupang. Setelah dilaporkan, aparat desa menggelar pertemuan dengan masyarakat dan pihak inspektorat Kabupaten Kupang pada 18 April 2018.
Dari hasil mediasi itu, terbukti ada indikasi korupsi atas pengakuan Sekertaris Desa Baumata Johan Boling.

“Dia mengaku bahwa uang Pendapatan Asli Desa tahun 2016 berjumlah Rp43.000.000 dan tahun 2017 sebesar Rp 83.000.000  semuanya ada di rekening pribadi milik kepala desa Baumata, Yesaya Atola,” ujar Isak kepada wartawan belum lama ini.

Ia mengaku heran karena aset desa disimpan ke rekening pribadi kepala desa. Selama ini, kata Isak, pihak desa membuat laporan PADesa hanya Rp. 10.000.000.

“Dalam peraturan desa, Aquamor berkontribusi Rp.3.000.000 per bulan, belum lagi pengisian air tangki, dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, ada juga indikasi korupsi pada kegiatan fisik pekerjaan jalan pekerasan di wilayah itu.

“Terealisasi tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja. Contoh, di dusun 4 dan dusun 5 dalam RAB 2800 meter tetapi dikerjakan hanya 1900 meter saja. Dan masih banyak kegiatan fisik yang tidak sesuai perencanaan. Masih banyak kegiatan yang menyimpang,” tandasnya.

BACA JUGA:   Kreativitas Ibu-Ibu PKK Desa Marokota Ciptakan Sabun Herbal

Dia berharap, tim Tipikor Polres Kupang segera mengusut tuntas kasus ini. (Ayub Malafu)