Pergub English Day, Jimmi Sianto : Memaksa kita untuk balajar 

0
1

KUPANG–  Gubernur NTT, Viktor Laiskodat tampak tidak main-main dengan Pergub Nomor 56 Tahun 2018 Tentang Hari Berbahasa Inggris (English Day). Pergub ini mewajibkan semua masyarakat NTT menggunakan Bahasa Inggris setiap hari Rabu.

Baca juga : Komisi V DPRD NTT Kecam Sikap Nakertrans, Jimmi Sianto : Tolak prilaku arogan

Pergub itu ditanggapi Anggota Komsi V DPRD NTT, Jimmi Sianto. Menurut Jimmi, Pergub tersebut terkesan “memaksakan” untuk harus berbahasa inggris.

“Saya melihat gubernur memahami betul karakter masyarakat yang di pimpinnya baik itu di kalangan ASN maupun masyarakat umum, bila tidak dengan sedikit “memaksa” pasti tidak akan berjalan,” ujar Jimmi kepada wartawan, Selasa (30/1/2019)

Ia mengatakan, Pergub hari berbahasa Inggris atau English Day berhubungan erat dengan mimpi besar gubernur untuk memajukan pariwisata di NTT. Dengan logika sederhana, bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan para wisatawan dari berbagai dunia kalau kita tidak dapat berbahasa inggris dengan baik. Bahasa inggris adalah bahasa dunia.

“Pepatah dalam bahasa Inggris mengatakan “Practice makes perfect”, semakin banyak berlatih maka semakin besar pula rasa percaya diri dan dapat meningkatkan kemampuan dalam berbahasa inggris,” katanya.

“Sama dengan ketika kita berkunjung ke Australia atau Amerika atau negara dengan bahasa nasionalnya bahasa inggris. Kita pasti akan berusaha untuk bisa berbahasa inggris karena kalau tidak komunikasi tidak jalan. Secara tidak langsung sebenarnya juga kita telah di paksa untuk harus gunakan bahasa inggris,” tambah Jimmi.

Ia berharap Pergub ini harus di laksanakan pada sekolah sekolah-sekolah.

“Kita tidak melupakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional kita, tetapi kita harus bisa berbahasa inggris bila kita ingin menguasai dunia,” pungkasnya. (OK/L6)