Pengakuan Mengejutkan Sopir Bejat Pelaku Pemerkosaan Bocah SD di Kupang

0
211

KUPANG– Seorang siswa kelas 6 salah satu Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Kota Kupang, NTT berinisial, YN (12)  menjadi korban pemerkosaan sopir angkutan kota (Angkot) bernama Marten Alfi (22), Rabu (30/1/2019).

Kepada polisi, bocah kelas 6 SD itu
mengakui semua apa yang dilakukan Marten selama ia tidak pulang ke rumah.

“Saya minta pulang, tapi dia tidak mau turunkan saaya dari angkot,” ungkap YN.

Baca juga : Aksi Bejat Sopir Angkot di Kupang, Sekap dan Perkosa Siswi Kelas 6 SD di Kamar Kos

Ia mengungkapkan, sebelum diperkosa di kamar kos, pelaku sempat menengak minuman keras bersama teman-temannya.

“Dia perkosa saya tiga kali. Sekali waktu kami baru masuk kamar, tengah malam dan pagi-pagi sekali. Saya tidak berani melawan karena dia ancam,” katanya.

Sementara itu, pelaku pemerkosaan, Marten mengaku tidak tahu kalau korban masih anak bawah umur.

“Saya kira dia sudah SMA,” ujarnya.

Dia juga mengaku saat memperkosa korban, ia dalam keadaan mabuk. Pelaku juga tidak membantah jika tiga kali memperkosa korban.

Ditahan Polisi

Usai dilakukan pemeriksaan dan visum pada korban di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, sopir bejat itu langsung ditahan di sel Mapolres Kupang Kota sejak Kamis (31/1/2019) siang.

“Iya benar, pelaku sudah kita tahan sejak siang tadi (Kamis, 31/1/2019). Sekarang sudah di dalam sel,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi kepada wartawan, Jumat (1/2/2019).

Ia mengatakan, pelaku pemerkosaan ditahan berdasarkan laporan dari keluarga korban.

Saat itu ibu korban, Febry Nuban datang bersama korban yang membawa serta pelaku. Pelaku pemerkosaan sebelumnya diamankan oleh keluarga korban.
Pelaku diancam melanggar Undang Undang Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Pasal yang dikenakan yakni pasal 81 (2) subsider pasal 82 (1) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 64 (1) KUHP, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar,” katanya.

Detik-detik Pemerkosaan

YN  mengungkapkan, pada Rabu, 29 Januari 2019, ia hendak berangkat ke rumah temannya mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dari sekolah. Awalanya, ia sudah berjanjian dengan teman sekelas di sekolahnya agar berangkat bersama, namun temannya itu tiba-tiba membatalakannya.

Ia kemudian sendirian menumpang angkot yang dikendarai Marten Alfi. Bukan menurunkannya di tempat tujuan, Marten malah mengajak YN berputar dengan angkot hingga pukul 22.00 malam.

Baca juga : Aksi Bejat Ayah Cabuli Anak Kandung Hingga Hamil

Karena takut, YN kemudian meminta Marten mengantarkannnya pulang ke rumah. Namun, marten malah berniat jahat. Ia kemudain membawa YN ke kosnya di wilayah Labat.

Sesampainya di dalam kamar kos, YN terus memohon agar diantarkannya pulang ke rumahnya. Namun, Marten malah mengunci pintu kamar kos, dan memaksa bocah lugu itu berhubungan intim. Ia bahkan memperosa YN sebanyak tiga kali di malam itu.

“Sehabis makan dia paksa saya melakukan itu, kemudian tengah malamnya lagi, dan saat pagi,” ungkap YN kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).

Keesokan paginya, YN kemudian meminta agar diantarkannya pulang ke rumah. Marten berjanji akan mengantarnya setelah berputar mencari penumpang. Namun, Marten tak kunjung mengantarnya.

Dicari Keluarga

Semalam tak pulang ke rumah, membuat keluarga YN panik dan melakukan pencarian.

Kamis, 31 Januari 2019, sekitar pukul 10.00 wita, YN akhirnya ditemukan di dalam angkot yang dikendarai Marten saat melintas di jalan Soeharto, tepatnya di depan pasar kasih Naikoten Kupang.

Ibu YN, FN mengaku terpukul atas kejadian yang menimpa putrinya.

“Saya sedih, anaku sekecil ini, terpaksa menanggung derita seberat ini,” ujarnya.

Ketua RT. 33/RW.08 Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Tertius Lutu, mengungkapkan, saat melihat YN berada di angkot itu, ia bersama warga lainnya langsung menghentikannnya.

Ia kemudian mencabut kunci mobil dan menghubungi pihak kepolisian.

“Kami tahan sopirnya dan melaporkan kejadian ini ke Polres Kupang Kota,” katanya. (OK/L6)