Sewa Pakai 2016, Bank NTT Semau Belum Ajukan Ijin Kelayakan ke OJK

Sewa Pakai 2016, Bank NTT Semau Belum Ajukan Ijin Kelayakan ke OJK

261 Read

KUPANG– Kantor Bank NTT Semau, Kabupaten Kupang hingga kini belum berfungsi meski anggaran untuk sewa pakai gedung milik Pemerintah Kabupaten Kupang itu digelontorkan sejak 2016 silam. Ironisnya, hingga kini pihak Bank NTT belum juga mengajukan ijin kelayakan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT.

“Sampai sekarang memang belum ada pengajuan ijin kelayakan dari Bank NTT,” ujar Kepala OJK NTT, Robert Sianipar belum lama ini.

Baca juga : Kantor Bank NTT di Kampungnya Gubernur NTT Jadi Kandang Ternak

Ia menjelaskan, sebelum mengajukan surat ijin, pihak Bank NTT wajib mempersiapkan kelayakan kantor seperti gedung kantor, fasilitas pendukung (air dan listrik), sarana IT dan SDM.

“Jika semuanya sudah siap, Bank NTT mengajukan ijin dan OJK akan turun pemeriksaan. Prosesnya gak lama kok. Paling 30 hari sudah selesai dan siap beroperasi,” katanya.

Keterangan kepala OJK ini berbanding terbalik dengan pernyataan Camat Semau, Joni Ukat dan Kepala Cabang Bank NTT Kabupaten Kupang, John Sine. Keduanya mengaku kantor itu belum berfungsi karena masih menunggu surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Penjelasan dari kepala Bank NTT Kabupaten Kupang bahwa masih tunggu surat dari OJK. Katanya surat-suratnya sudah beres dari 2017, tetapi masih ada catatan yang belum diselesaikan,” kata Joni Ukat.

Kacab Bungkam

Diberitakan sebelumnya, Kepala Cabang (Kacab) Bank NTT Kabupaten Kupang, John Sine memilih bungkam ketika ditanya terkait besarnya anggaran sewa pakai kantor bank NTT di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang.

Pesan singkat media ini melalui WhatsApp tak dibalasnya. Ia hanya membacanya dan memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan.

Selain bungkam soal anggaran sewa kantor, ia juga bungkam ketika ditanya terkait alasan pihaknya mengeluarkan biaya sewa sebelum mengantongi surat ijin dari OJK.

Baca juga : Lagi, Uang Nasabah Bank NTT Hilang Misterius

Untuk diketahui, kantor Bank NTT yang berada di kampungnya Gubernur NTT, Viktor Laiskodat tak berfungsi alias mubazir. Bahkan saat ini kantor keuangan yang dibuka sejak tahun 2016 itu jadi “kandang ternak”.

Informasi terbaru yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, kendati tidak dimanfaatkan tetapi Bank NTT terus mengeluarkan biaya selain untuk sewa pakai juga untuk tenaga security, guna menjaga gedung kosong tersebut. Bayangkan, sudah berapa banyak anggaran yang dihamburkan sekadar untuk menjaga sebuah gedung kosong?

Ironis memang. Sebuah lembaga keuangan kebanggan NTT yang diisi orang-orang hebat di bidang perbankan namun mengeluarkan anggaran sewa pakai sebelum mengantongi surat dari kantor perijinan maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai syarat mutlak.

Alhasil, kantor yang menguras uang daerah itu kini mubazir. Sementara Pemda Kabupaten Kupang terus meraup keuntungan selama kantor itu berstatus sewa pakai. Semoga kantor Bank NTT Semau tidak bernasib sama dengan kantor Bank NTT di Surabaya. (OK/L6)

Komentar Anda?