Aksi Protes di Kantor PT. Bosowa Finance Kupang Ungkap Penipuan Terhadap Konsumen

0
0

KUPANG– Puluhan konsumen yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Keadilan menggelar aksi demo di kantor PT. Bosowa Finance Kupang, Kamis (7/2/2019).

Mereka mendesak PT. Bosowa bertanggungjawab atas dugaan penipuan yang merugikan konsumen.

Koordinator aksi Rudy Tokan mengatakan, PT. Bosowa Finance Kupang telah melakukan penipuan terhadap konsumen, Frengki Barbier.

Baca Juga : Merasa Ditipu, Konsumen Ancam Polisikan PT. Bosowa Finance Kupang

Dugaan penipuan itu diketahui ketika Frengki yang juga salah satu pengusaha ini hendak mengajukan kredit di bank. Saat itu, pihak bank tidak mau memberi kredit lantaran Frengki diklaim sebagai nasabah bermasalah berstatus colect 2 yang masih berhutang di PT. Bosowa Finance Kupang. Pada hal, mobil kreditan sudah dilunasi sebelumnya.

“Mobil yang ia kredit pada 2017 lalu di Bosowa sudah lunas tanpa ada masalah bahkan, BPKB mobil sudah diterimanya. Tetapi kok diklaim masih berhutang. Ini kan penipuan,” ujarnya.

Saat kredit, kata Rudy, komsumen membayar uang muka sebesar Rp 300 juta yang diangsur selama 11 bulan dengan perincian perbulan, ia wajib menyetor ke bank Bukopin sebesar Rp 11.300 juta. Kewajiban itu dijalankan oleh Frengki tanpa ada macet pembayaran.

“Selama angsuran konsumen tidak pernah terlambat, ada bukti-bukti semua kok,” katanya.

Untuk mengetahui kejelasan, Frengki menanyakan kebenaran utang ke Bank Bukopin yang bekerjasama dengan PT. Bosowa. Ternyata hal yang sama didapatinya seperti di bank BRI. Ia masih tercatat sebagai nasabah bermasalah.

“Aneh, kredit sudah lunas tapi namanya masih tercatat sebagai nasabah yang masih berhutang sebesar Rp 126 juta. Pada hal mobil kredit sudah lunas sejak Juli 2018,” katanya.

Kasus itu, sudah dilaporkan ke pihak Bosowa, namun tidak ada kejelasan bahkan terkesan tidak mau bertanggungjawab.

“Ada bukti kwitansi lunas mobil, anehnya nama Frengki masih tercatat punya hutang di Bank Bukopin lengkap dengan tandatangan. Selain Frengki, saya yakin masih ada konsumen lain yang nasibnya sama,” tandasnya.

Dalam aksi itu, masa memberi waktu 2×24 jam kepada PT. Bosowa Finance untuk segera merehabilitasi  nama korban yang berstatus colect 2 di bank. Masa juga mengancam akan mendesak DPRD NTT untuk meminta pertanggungjawaban pihak PT Bosowa.

“Konsumen sudah dirugikan secara meteril dan inmateril. Jika tuntutan tidak dipenuhi kami akan duduki PT. Bosowa,” katanya.

Pantauan wartawan, masa aksi tidak berhasil menemui Penanggungjawab PT. Bosowa Finance Kupang, Nurhaydah karena berada di luar daerah. Masa diterima Kepala Cabang Bosowa Berlian Motor, Muktar Abdurahaman.

Menurut Muktar, meski bukan menjadi kewenangannya namu, informasi dari kantor pusat Makasar menyatakan, nama nasabah berstatus colect 2 di bank sudah dipulihkan.

“Tuntutan mereka soal pemulihan nama konsumen sudah kami lakukan,” katanya. (OK/L6)