Warga Tolak Pembangunan Bendungan Waikesi, Proyek Air Ile Boleng Terancam Gagal

0
4

LARANTUKA– Masyarakat Dusun Lamalu’o, Desa Horowura, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur menolak proyek pengadaan air bersih Waikesi untuk masyarakat Kecamatan Ileboleng. Pasalnya, debit air kali tersebut semakin kecil, sementara kebutuhan masyarakat setempat terus bertambah.

”Kami tolak karena kami sangat membutuhkan air. Bukan hanya kami, sebagian masyarakat Desa Lite dan Kenotan juga menggunakan air yang sama. Untuk itu kami tetap tolak. Sampai kapanpun kami akan bertahan demi kepentingan anak dan cucu kami,” tegas Robertus Masang, Wilhelmus Wayong kepada wartawan belum lama ini.

Baca juga : Berbahaya! RSUD Larantuka Bakar Limbah Medis Tanpa Insenerator

Menurut mereka, rencana pembangunan bendungan Waikesi itu merugikan masyarakat setempat. Proyek itu hanya kepentingan oknum pemerintah desa dan BPD. Oknum BPD secara diam-diam menyampaikan kepada pemilik tanah, bahwa masyarakat sudah menyetujui proyek itu tanpa menggelar rapat bersama warga.

“Kami tetap melawan dan menolak keras. Bahkan mereka mengancam kami akan menghadirkan TNI jika tetap menolak dan kami siap hadapi,” tegas Robertus.

“Kalau dipaksakan, dampaknya sangat besar karena baru wacana saja sudah ada gesekan di masyarakat. Sekarang masyarakat sudah terkotak-kotak. jika dipaksakan pasti benturan lebih besar dan itu sebenarnya diciptakan aparat desa sendiri,” tambahnya.

Proyek Waikesi ini merupakan pengalihan dari Waitahik yang gagal akibat ditolak masyarakat Desa Lite. Proyek pengadaan air bersih senilai kurang lebih Rp 10 miliar tahun 2018 ini untuk masyarakat Ileboleng.

Informasi yang diperoleh media ini, 20 persen dana tersebut sudah dicairkan untuk pengadaan pipa sementara sumber air yang diambil belum jelas hingga saat ini. (OK/TOM)