Kapolda NTT Minta Jadwal Pemilu di Flores Timur Digeser

Kapolda NTT Minta Jadwal Pemilu di Flores Timur Digeser

614 Read

KUPANG– Kapolda NTT, Irjen Polisi Raja Erizman berharap agar jadwal pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Flores Timur digeser karena bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Raya Paskah di ujung timur Pulau Flores itu.

“Mudah-mudahan ada kebijakan dari pusat untuk jadwal pemilu di Flores Timur apakah tetap pada tanggal 17 ataukah mundur? Kami masih menunggu keputusan dari sana, tapi sebaiknya bisa digeser,” ujar Erizman kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).
Ia mengatakan, pelaksanaan pemilu serentak pada tanggal 17 April bertepatan dengan perayaan Rabu Trewa dalam rangkaian perayaan Hari Raya Paskah bagi umat Katolik di Kabupaten Flores Timur.

Baca juga : Daftar Lengkap Nama Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil yang Diusung Partai Golkar NTT

Menurut dia, perayaan Paskah merupakan kegiatan yang sangat religius bagi warga di Kabupaten Flores Timur yang terkenal memiliki tradisi keagamaan menyambut Paskah (Semana Santa). Karena itu, dia khawatir banyak warga di daerah itu yang pada akhirnya tidak bisa mengikut pemilu dalam keadaan seperti itu.

Ia berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat bisa meninjau kembali jadwal Pemilu 2019 di daerah setempat agar bisa berjalan lancar dengan partisipasi yang tinggi dari masyarakat setempat.

Untuk pengamanan Pemilu 2019 di NTT, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi pimpinan TNI-Polri di daerah untuk menyatukan langkah dan strategi pengamanan.

Menurut dia, semua unsur pengamanan akan dipaduhkan sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 di provinsi berbasiskan kepulauan itu dapat berjalan dengan baik dan sukses.

“Kami akan rencanakan dengan baik pola-pola pengamanan dengan melibatkan TNI dan semua pemangku kepentingan lainnya di daerah ini,” katanya.

Jumlah Pemilih Berkurang

Kapolres Flotim AKBP Deny Abraham mengatakan, hal ini pernah ia sampaikan ke KPU Propinsi NTT dalam Kegiatan Rapim TNI dan Polri yang dilaksanakan di Hotel Aston.

Ia mengatakan, Samanta Santa adalah kegiatan yang sangat religuis juga berskala internasional. Banyak orang dari luar negeri yang akan datang menyaksikan prosesi itu.

Pihaknya bersama Forkompimda, Uskup Larantuka, Bawaslu juga KPU Flotim sudah mengadakan rapat, dan mengusulkan ke KPU Pusat agar jadwal pemilu diundur.

Namun, hingga saat ini, kata dia, KPU pusat belum menggelar pleno atas surat yang dilayangkan.

“Kita tahu sendiri, Larantuka adalah Kota Serambi Vatikan, Kota religius, tentunya kegiatan-kegiatan keagamaan akan lebih diutamakan,” ujarnya.

Dia mengatakan, jiak tidak diundurkan, muncul kekawatiran berbagai pihak adalah kemungkinan jumlah pemilih akan sedikit karena masyarakat Flotim lebih utamakan kegiatan keagamaan.

“Lalu yang berikutnya adalah petugas-petugas di TPS dan PPK. Para petugas itu kemungkinan besar terlibat dalam panitia, kalau pada saat bersamaam mereka memili bertugas di panitia, sehingga tidak menutup kemungkinan pelaksanaannya akan terganggu, akan menimbulkan keresahan dan mengganggu kantibmas,” ujarnya.

Ia berharap jadwal pemilu untuk Flotim bisa dipertimbangkan untuk digeser ke tanggal lainnnya. (Rafael Purab/VNews)

Komentar Anda?