Perjuangan Hidup Mati Ibu Hamil di Nagekeo Rela Nyebrang Sungai ke Puskesmas

Perjuangan Hidup Mati Ibu Hamil di Nagekeo Rela Nyebrang Sungai ke Puskesmas

534 Read

NAGEKEO– Perjuangan seorang ibu hamil warga Desa Alorawae, Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, NTT sungguh menyayat hati. Demi mendapat pertolongan medis di Puskesmas, ia harus berjuang melawan derasnya arus sungai di wilayah itu.

Ibu hamil itu bernama, Yasinta Wea. Usia kandungannya sudah sembilan bulan. Ia dibantu petugas kesehatan dan warga menyeberangi derasnya sungai Lowo Sesa, Senin (11/2/2019).

Baca juga : Mengenang Satu Tahun Kematian Adelina Sau, TKI NTT yang Disiksa Majikan di Malaysia

Desa Alorawe merupakan satu diantara beberapa Desa di Kecamatan Boawae.
Jarak dari Alorawe hingga Puskesmas Boawae sekitar 20 KM. Untuk sampai ke Puskesmas Boawae ibu hamil bersama petugas kesehatan harus berjuang keras melawan derasnya arus air sungai tersebut. Warga setempat biasa menyebutnya sungai Lowo Sesa.

Jembatan penghubung yang tidak tersedia antara Desa Alorawe dengan Desa Dhereisa, memaksa warga Alorawe harus bertaruh nyawa menyeberangi kali untuk sampai ke Boawae ibu Kota Kecamatan Boawae. Hampir setiap hari, warga melakukan itu lantaran tidak ada jalan alternatif.

“Kalau musim hujan pasti banjir dan arusnya cukup deras. Tapi kadang warga nekad juga,” ujar salah satu warga, Doni Moni kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Ia mengatakan, jika punya keperluan mendadak di Boawae atau di Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo, warga terpaksa batal demi keselamatan. Jika dipaksa akan berbahaya dan nyawa jadi taruhan,” katanya.

Dia meminta pemerintah daerah segera membangun jembatan penghubung agar transportasi antar warga di wilayah itu bisa berjalan lancar.

Hendak Melahirkan

Kepala UPTD Puskesmas Boawae, Wilfrida Daeni membenarkan kejadian itu. Menurut dia, ibu hamil asal Alorawe yang menyeberangi sungai itu dibantu oleh petugas kesehatan dan masyarakat. Hal itu sering terjadi saat musim hujan.

Usia kehamilan ibu asal Alorawe itu sudah sembilan bulan dan dalam waktu dekat akan melahirkan, sehingga butuh pertolongan medis di Puskesmas.

“Sungai Lowo Sesa hampir setiap tahun pasti banjir, sehingga masyarakat jika hendak ke Boawae dan sekitarnya mengalami kesulitan,” katanya.

Ia mengatakan, petugas dan masyarakat setempat terpaksa harus kerja ekstra mengantar pasien atau ibu hamil menyeberang sungai jika pasien dalam keadaan darurat. (Donny/Ola Keda)

Komentar Anda?