Perkenalkan Maria Hostiana, Putri Indonesia dari NTT Hingga Festival Sarung NTT Pemersatu Bangsa

Perkenalkan Maria Hostiana, Putri Indonesia dari NTT Hingga Festival Sarung NTT Pemersatu Bangsa

1,171 Read

KUPANG– Maria Hostiana Napitulu terpilih menjadi Putri Indonesia mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perempuan kelahiran Kota Kupang ini berhasil menyisihkan dua kandidat lainnya dari NTT dalam ajang pemilihan putri Indonesia yang diselenggarakan Yayasan Putri Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu. Maria mewakili NTT mengikuti audisi pemilihan Putri Indonesia pada 8 Maret 2019 mendatang.

Baca juga : Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Maria menyelesaikan sarjananya di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Industri. Saat ini gadis 23 tahun ini bekerja sebagai staf marketing digital analisis di salah satu bank di Jakarta.

Meski orangtuanya merupakan warga asli Batak, Sumatera Utara, namun Maria dibesarkan di NTT, bahkan masa kecil Maria dihabiskan di NTT. Ayah Maria adalah seorang hakim yang pernah bekerja pada Pengadilan Negeri Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada tahun 1995 hingga 1998. Menjadi anak seorang hakim, membuat keluarga Maria berpindah-pindah.

Maria mengatakan, akan memperkenalkan alat musik tradisional NTT, Sasando di malam bakat audisi nanti. Selain alat musik, Maria juga akan mempromosikan wisata bahari dan wisata budaya termasuk tenun ikat NTT.

“Saya akan memainkan sendiri alat musik Sasando. Saya mau tunjukan ke anak muda untuk terus melestarikan alat musik tradisional yang sudah diwariskan,” ujar Maria dalam konferensi pers di Kupang, Kamis (14/2/2019).

Ia mengaku sudah mengunjungi beberapa daerah wisata di NTT, termasuk pulau Sumba.

“Yang paling terkesan saat berkunjung ke Sumba itu, salaman dengan ciuman hidung. Kalau soal pariwisata, kagum dengan keaslian rumah adat Priliu dan Praiyawang. Salut karena warga tetap pertahankan keaslian budaya,” katanya.

Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marius Ardu Jelamu berharap Putri Indonesia dari NTT bisa mempromosikan wisata dan ekonomi kreatif NTT.

“Tugas kami memberi pengetahuan kepadanya soal seluruh potensi wisata NTT. Saya sudah coba, pengetahuan Maria cukup luas dan bahasa inggrisnya sangat bagus, ini jadi modal utama,” kata Marius.

Ia meminta dukungan seluruh masyarakat NTT agar Putri Indonesia dari NTT bisa lolos dalam audisi nanti.

Festival Sarung Pemersatu Bangsa

Untuk melestarikan budaya NTT, pemerintah provinsi NTT melalui dinas Pariwisata dan dinas Kebudayaaan akan menggelar festival sarung di arena car free day pada 2 Maret 2019 mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan NTT, Sinun Petrus Manuk mengatakan, festival itu akan dihadiri 10 ribu peserta yang terdiri dari bergagai unsur termasuk pelajar dan mahasiswa. Dalam festival ini, seluruh peserta wajib menggunakan pakian adat daerah masing-masing.

“Temanya, sarung NTT pemersatu bangsa. Ini cara untuk meningkatkan branding budaya NTT dan sebagai bentuk kampanye budaya,” katanya.

Saat ini, kata dia, dinas kebudayaan terus mendorong pihak sekolah melalui surat edaran agar tenun dijadikan kurilulum wajib di setiap sekolah. Selain itu, untuk melestarikan budaya tenun, dinas kebudayaan terus berupaya membentuk komunitas tenun ikat di sekolah-sekolah dan desa.

“Beberapa sekolah di NTT yang sudah masuk kurikulum. Budaya menenun bisa punah jika generasi kita tidak diwariskan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Jelamu mengatakan, fetival sarung akan menjadi even tahunan. Rencananya, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat akan mengeluarkan edaraan wajib menggunakan pakian dari tenun ikat bagi seluruh ASN.

“Prroduk budaya yang dmiliki NTT adalah tenun ikat. Saya mengajak seluruh masyarakat NTT untuk terus lestarikan tenun ikat daerah agar bisa menjadi branding NTT di pentas nasional,” ia memungkasi. (Ola Keda/L6)

Komentar Anda?