Ada Gerakan Ganti Presiden, Hugo Pareira : Pilih Jokowi berarti mempertahankan Pancasila

Ada Gerakan Ganti Presiden, Hugo Pareira : Pilih Jokowi berarti mempertahankan Pancasila

275 Read

SIKKA– Anggota DRI RI, Andreas Hugo Pareira mengatakan ada rencana-rencana yang terstruktur dan sistematis untuk menggantikan Presiden yang bukan Jokowi.

Gerakan itu melihat Jokowi menjadi kendala untuk memenangkan dan membentuk negara yang bukan berdasarkan Pancasila.

“Ini merupakan kelompok-kelompok yang tidak suka kepada Jokowi membubarka HTI, mereka menghendaki asal bukan Jokowi dan asal bukan Presiden yang menghambat mereka untuk tujuan membangun sebuah negara Khilafa,” ujar Hugo Pareira Jumat (15/2/2019).

Baca juga : Pesan Kebangsaan dari Hugo Pareira untuk Siswa dan Guru di Labuan Bajo

“Kalau negara Khilafa dalam pandangan mereka, siapa yang tidak setuju dengan mereka berarti dianggap khafir atau togut atau setan,” tambahnya.

Ia mengatakan, bagi PDIP Pilpres April mendatang sangat penting karena rakyat bukan sekedar memilih presiden tetapi bagaimana rakyat harus memilih orang yang tepat yang mampu menjaga keutuhan negara dengan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.

Presiden secara konstitusional, kata dia, mempunyai wewenang besar. Ia bisa memutuskan perang atau tidak, bisa memutuskan hubungan dengan negara lain, bisa membubarkan organisasi berdasarkan peraturan pemerintah yang bertentangan dengan Pancasila.

Dengan peraturan Presiden dia bisa membuat keputusan-keputusan dan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang untuk mengambil tindakan-tindakan ketika negara dalam situasi khusus.

Ia juga meminta masyarakat memilih anggota legislatif yang partainya pro terhadap Pancasila dan pro NKRI sehingga bisa mengawal pemerintah dan negara.

“Artinya memilih Jokowi berarti mempertahankan Pancasila, kenapa jauh sebelum pemilihan presiden sudah ada gerakan ganti Presiden? itu gerakan muncul dari kelompok-kelompok diluar mainstrim politik formal, kita tahu dan kita lihat siapa yang berada di belakang kelompok-kelompok ini,” tandasnya.

Ia berharap rakyat tidak terjebak politik pragmatis, transsaksional dan hal-hal yang bersifat primodialistik.

“Mari kita pastikan pilihan kita terhadap presiden yang mampu menjaga dasar negara dan NKRI serta kebhinekaan,” pungkasnya. (J.dgz)

Komentar Anda?