Langkah Cepat Komisi V DPRD NTT Tanggapi Keluhan Gaji Guru Honor dan Tawuran Antar Pelajar

699 Read

 

 

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto saat berkunjung ke beberapa sekolah di Kabupaten Sikka

 

KUPANG– Komisi V DPRD NTT rupanya tak main-main dengan keluhan guru honorer yang gajinya belum terbayar. Merespon keluhan guru, Komisi V memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT melakukan rapat dengar pendapat, Senin (18/2/2019)

Dalam rapat itu, komisi V DPRD NTT mendesak dinas pendidikan dan kebudayaan agar segera membayar tambahan insentif bagi guru honor, maupun insentif bagi guru yang telah berstatus ASN. Menurut komisi V, tambahan insentif tersebut harus sudah dibayar pada bulan maret nanti.

“Harusnya sudah terbayar. Tapi ternyata sampai sekarang kok masih belum,” ujar Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto.

Menurut Jimmi, Pada tahun 2019 telah ditetapkan anggaran untuk penambahan insentif bagi guru honor dan guru komite serta untuk guru ASN (kesra).

Baca juga : Keluhan Guru di Flores Saat Dikunjungi Jimmi Sianto

Jimmi mendesak agar dinas pendidikan segera melunasi pembayaran tambahan insentif yang menjadi hak para guru.

“Mohon paling lambat bulan maret semua harus sudah dibayar,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola mengatakan pihaknya telah membuat usulan dan tinggal menunggu SPD2D.

“Tinggal menunggu eksekusi dan selanjutnya semua akan dibayar tepat waktu,” katanya.

Selain mengenai tambahan insentif guru yang belum dibayar, RPD antar Komisi V dan dinas pendidikan tersebut juga membahas terkait persolan tawuran yang melibatkan pelajar SMKN 2 Kupang dengan pelajar asal SMAN 4 Kupang pada Jumat 15 Februari 20019 lalu. Kedua kepala sekolah dari masing-masing sekolah ini juga hadir dalam rapat dengar pendapat tersebut. (DIAN)

Komentar Anda?