Aktivis Anti Korupsi Ungkap Keterlibatan Keluarga Bupati Flotim dalam Proyek JTP Sagu

Aktivis Anti Korupsi Ungkap Keterlibatan Keluarga Bupati Flotim dalam Proyek JTP Sagu

939 Read

KUPANG– Sekjen DPP LSM Gerakan Aktivis Penyelamat Uang Negara (GAPURA) RI, Bulderi menuding Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Leo Keban tidak kooperatif dalam membongkar keterlibatan oknum pihak ketiga dalam proyek pembangunan Jembatan Tambatan Perahu (JTP) di Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Flores Timur yang menelan anggaran Rp 2.448 miliar.

Baca juga :Dugaan Korupsi Pembangunan JTP Sagu, Aktivis Anti Korupsi Lapor ke KPK

Ia mengaku memiliki bukti keterlibatan keluarga bupati Flotim Anton Hadjon dalam proyek itu.

“Kenapa harus disembunyikan, hari ini kami ada bukti pihak yang menyebut orang ketiga yang mengatur proyek itu adalah Frans Hadjon yang tidak lain adalah kakak dari Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, kenapa ini harus diungkap oleh orang lain bukan PPK?” ujar Bulderi, Senin (18/2/2019).

Ia mengungkapkan kasus ini sudah dilaporkan ke KPK melalui layanan resmi KPK.

“Biar diselidiki oleh KPK kalau aparat penegak hukum di Flotim masih lambat,” katanya.

Ketua Devisi Analisa Anggaran DPP LSM GAPURA RI, Cecep Fauzi mengatakan proyek pembangunan JTP di Desa Sagu disinyalir sarat korupsi.

Baca juga : JTP Sagu Mubazir, Siapa Mr.X Dibalik Gabriel Seri de Ornay?

Ia mengklaim adanya dugaan unsur pemborosan anggaran negara dari proyek lelang yang dimenangkan CV. Yudistira Teknik.

“Apa manfaatnya untuk masyarakat setempat? konon masyarakat justru mengeluhkan saat air pasang saja perahunya tidak bisa sandar, ini artinya perencanaan awal pembangunan JTP ini patut diselidiki aparat penegak hukum,” katanya.

Baca juga : PPK Ungkap Nama Konsultan Hingga Kontraktor Pelaksana Proyek Pembangunan JTP Sagu

Sementara itu, Frans Hadjon yang dihubungi media ini enggan berkomentar dan belum bersedia diwawancarai. (Ola Keda)

Komentar Anda?