Bakti-Kominfo Akan Bangun 17 BTS dan Akses Internet di Sikka

0
0

SIKKA– Sedikitnya 22 titik akses Internet segera dibangun di 22 kecamatan di Kabupaten Sikka. Selain akses internet, 17 Base Transceiver Station (BTS) juga akan dibangun di 10 kecamatan di wilayah itu

Pengadaan akses internet itu berkat perjuangan anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira bekerjasama dengan Badan Aksesibilitas dan Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Baca juga : Langkah Taktis Pemkab Sikka Atasi Kelangkaan Minyak Tanah

Hugo Pareira mengatakan, 20 titik akses internet di Kabupaten Sikka ini berada di puskesmas-puskesmas di Kecamatan Koting, Lekebai, Magepanda, Nanga, Nele, Nita, Paga, Waigete, Waipare, Watubaing, Wolofeo, Wolomarang, dan juga di Sekolah-sekolah seperti SMAN 1 Talibura, SMAN 4 Maumere, SMAN Satu Atap Kolisia, SMPN 2 Mego, SPK St. Elisabeth Lela, Sman 1 Bola, Sman 1 Waigete dan Sman 1 Magepanda.

Sementara untuk BTS dibangun di Kecamatan Talibura, Kewapante, Waiblama, Doreng, Mapitara, Nita, Palue, Lela, Tanawawo dan Alok Barat.

“Teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu keniscayaan bagi kemajuan suatu daerah terutama di Flores. Jaringan sinyal seluler dan akses internet merupakan elemen penting dalam berkomunikasi,” ujar Hugo dalam acara seminar nasional bertemakan “Merajut Nusantara” di Sikka Convention Centre, Rabu (13/2/2019).

Baca juga : Penderita DBD di Sikka Meningkat

Penentuan lokasi-lokasi yang akan dibangun akses internet dan BTS lebih diutamakan pada instansi kesehatan seperti Puskesmas juga instansi pendidikan seperti sekolah karena kedua instansi ini mempunyai kebutuhan mendesak untuk pemanfaatan pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Ia berharap dengan seminar ini, sektor bidang usaha dapat membuka diri dan lebih mempercepat kemajuan usaha, menambah ilmu dan skill serta pengalaman baru dalam pemanfaatan teknologi ITE, serta juga memberikan hiburan yang dibutuhkan bagi masyarakat setempat.

BACA JUGA:   Ada Lomba Masak Pangan Lokal Emak-Emak PKK di Sumba Barat

Direktur Utama BAKTI, Anang Latif mengatakan BAKTI sebagai badan yang bernaung di bawah Kementerian Kominfo bertugas untuk memberikan layanan kembali ke masyarakat dari dana yang dikembalikan oleh Provider Seluler untuk membangun BTS dan akses internet di daerah 3T, (tertinggal,terluar, dan terdepan).

“Tugas kami menyelesaikan persoalan sinyal di lokasi daerah tertinggal dimana sinyal operator tidak hadir karena tidak layak secara bisnis. Untuk kemudahan penyediaan sinyal, butuh kerjasama dengan Pemda setempat untuk proses perijinan dan penyediaan lahan,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi perjuangan Andreas Hugo Pareira yang terus mengadvokasi dan mendata wilayah-wilayah mana saja di Kabupaten Sikka yang membutuhkan BTS dan A
akses internet.

Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga menekankan pentingnya kehadiran akses telekomunikasi dan internet terutama bagi generasi muda untuk mengakses informasi sekaligus memperkaya diri dengan ilmu-ilmu yang didapat tidak hanya dari membaca buku tetapi juga ilmu-ilmu atau informasi yang ada secara online.

Kegiatan itu dihadiri Anang Latif, Direktur Utama BAKTI, sebagai Nara Sumber, Romanus Woga Wakil Bupati Kabupaten Sikka, Dr. Jonas Klemens Gobang dosen Universitas Nusa Nipa, Aba Maulaka Kadis Kominfo Provinsi NTT dan juga Emanuel Kolfidus Anggota DPRD Provinsi NTT. (J.Dgz)