Musrembangcam : Pengelolaan Dana Harus Transparan

Musrembangcam : Pengelolaan Dana Harus Transparan

188 Read

KUPANG– Enam desa di Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, NTT menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat kecamatan (Musrembangcam) di aula kantor desa Oh’aem II, Kamis (21/02/2019).

Musrembang kecamatan merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan/stakeholders di tingkat kecamatan untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan terkait, yang didasarkan pada masukan dari hasil Musrenbang desa/kelurahan, serta menyepakati rencana kegiatan lintas desa/kelurahan. Musrenbang kecamatan dilakukan setiap tahun pada bulan Februari.

Dalam keguatan itu, Camat Amfoang Selatan, Yaret Tamoes mengingatkan enam kepala desa di kecamatan itu agar transparan mengelola dana desa.

Baca juga : Perjuangan CPNS Kupang Mencari Keadilan Setelah Dinyatakan Gugur

Ia juga meminta para kepala desa menjaga dan memelihara aset infrastruktur maupun sarana pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan yang sudah agar tidak mubasir dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Pengelolaan dana desa harus selalu terbuka dan transparan kepada masyarakat desa,” ujarnya.

Baca juga : Pemprov NTT Alokasikan RP 250 Miliar untuk Perbaikan Jalan Amfoang

Menurut dia, untuk mensukseskan
program prioritas pembangunan di desa, harus merubah pola pikir dan berkomitmen dengan waktu.

“Mengerjakan sesuatu jangan sampai menunda-nunda. Mulai tahun ini semua camat diinstruksikan oleh PltBupati Kabupaten Kupang untuk berkantor di kantor desa. Tidak ada tolerir bagi kepala desa yang kedapatan lalai dalam tugas dan tanggung jawabnya,” katanya.

Ia berharap agar seluruh desa di wilayah kecamatan Amfoang Selatan dapat menjadi teladan bagi desa lain di seluruh kabupaten Kupang.

“Saya punya mimpi besar bagi masyarakat Amfoang Selatan, kedepan  menjadi masyarakat yang makmur dan sejahtera. Kita harus bangkit dari keterpurukan, bangkit meninggalkan cara berpikir kita yang lama dan bangkit menjadi masyarakat yang mandiri,” pungkasnya. (Ayub Malafu)

Komentar Anda?