Surat Terbuka Untuk Bupati dan Ketua DPRD Flores Timur

Surat Terbuka Untuk Bupati dan Ketua DPRD Flores Timur

1,163 Read

Oleh : Senuken Medhon Tokan

Kepada Yth
1. Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur.
2. Ketua dan Anggota DPRD Flores Timur.

Tuan-tuan yang terhormat..

Surat Gubernur No. BPPKD.011/149/2018 tanggal 17/12/2018 yang diterima Pemda 15/02/2019. Agar Bupati dan DPRD segera melakukan penyempurnaan terhadap RAPBD tahun 2019 paling lambat 7 hari kerja sejak diterima keputusan ini.

Akal sehat mana yang bisa menerima  jika RAPBD-nya saja belum diputuskan, anggaran 35,9 Milyar  yang telah disetujui ke enam fraksi ini saja masih harus disempurnakan berdasarkan Surat Gubernur tersebut, sementara proses lelang telah dilakukan UPL pada 19 Desember 2018 dan sudah ada pemenangnya?

Tuan-tuan adalah representasi  kehadiran Negara kepada masyarakat Flores Timur yang tuan-tuan wakili. Bagaimana bisa Negara ini dikelola dengan cara seperti ini? Bagaimana bisa Anggaran Negara yang belum disetujui itu sudah dibagi-bagi belanjanya?

Tuan-tuan yang terhormat..

Apalagi dalam perjalanan lokasi pembangunan gedung tiba-tiba berubah. Kenapa begitu arogan memaksakan kehendak sementara ada 4 Fraksi Menolak?

Tuan-tuan terhormat..

Apakah betul tanah di Batuata itu bermasalah? Bukankah tanah itu sah secara hukum milik pemda? Sejak tahun 2009. Kurang lebih 10 tahun lalu. Apakah sudah dieksekusi keputusan MA itu tuan-tuan? Bukankah otoritas yang ada pada jabatan Anda adalah otoritas Negara? Bukankah keluarga di Batuata adalah warga negara juga yang butuh didekati dan didengar?

Bagaimana dengan perda NO 7 Tahun 2012 yang tuan-tuan buat?
“Revisi Perda, mereka sebut disharmonisasi, supaya gagasan pindah kantor DPRD ke Waibalun tidak tabrak perda No 7 tahun 2012” (vivatimur.com,21/02/2019)

Akal sehat mana yang menerima argument ini? Bagaimana bisa ego satu dua kepentingan mengalahkan produk hukum yang dihasilkan Lembaga Terhormat yang penghuninya disapa ‘Yang Mulia’?

Tuan-tuan yang terhormat..

Tuan-tuan masih punya waktu 3 hari kerja lagi untuk menyelamatkan Uang Masyarakat Flores Timur dalam RAPBD tahun 2019. Apalagi Alokasi belanja modal hanya 14,63 % dari target 23 % terhadap total belanja daerah 2019. (status FB Theo Wungubelen 21/02/2019)

Sementara Tuan-tuan tahu bahwa belanja modal itu penting untuk meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Tuan-tuan yang terhormat.

Obat di rumah sakit daerah kurang tersedia, pasien yang sekarat sekalipun harus mencari obat ke luar, stunting masih tinggi, jalan masih banyak yang rusak, BUMDesa belum berproduksi, Selamatkan Anak Muda lewat seminar kewirausahaan tak membuahkan hasil; inilah yang harusnya menjadi focus tuan-tuan. Fokus kita semua.

“Kehormatan ada pada mereka yang memegang prinsipnya, Menjaga amanah yang diberika kepadanya” Saya berharap tuan-tuan memilikinya.

Dalam terang budi dan semangat gelekat!!

Komentar Anda?