Akhir Pelarian Buron Kasus Korupsi Jembatan Tambatan Perahu di Flotim

0
5

KUPANG-Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama tim Kejaksaan Tinggi Jawa Timur berhasil menangkap buronan kasus korupsi Jembatan Tambatan Perahu (JTP) di Kabupaten Flotim, Alexander Arif.

Arif ditangkap di daerah Grand Semanggi Residence, Wonorejo, Rungkut, Surabaya, Jumat (22/2/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca juga : Aktivis Anti Korupsi Ungkap Keterlibatan Keluarga Bupati Flotim dalam Proyek JTP Sagu

Penangkapan buron terpidana tipikor asal NTT ini merupakan salah satu keberhasilan Program Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan RI ke-21 di Tahun 2019. Kejagung menargetkan masing-masing Kejaksaan Tinggi minimal menangkap 1 (satu) buronan setiap bulannya.

Kajati Jawa Timur, DR. Sunarta membenarkan penangkapan buronan  korupsi itu.

“Statusnya terpidana dan selama ini buron Kejati NTT. Untuk sementara terpidana ditahan di Rutan Medaeng Cabang Kejaksaan Tinggi. Nanti akan dieksekusi ke Kupang,” Sabtu (23/2/2019).

Baca juga : Pembangunan JTP Sagu Sarat Korupsi : Segera tangkap PPK dan kontraktor

Ia mengatakan, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2685K/Pid.Sus/2017 tanggal 02 Februari 2018, Alexander Arif merupakan terpidana tindak pidana korupsi Pembangunan Jembatan Tambatan Perahu Wailebe tahun anggaran 2014 pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur dengan nilai proyek sebesar Rp 800 juta. Kasus ini merugikan negara sebesar Rp 347.243.600.

“Arif sudah dipidana penjara 4 tahun, tetapi kabur. Saya tegaskan, tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan di negeri ini,” tegas Sunarta. (OK/L6)

BACA JUGA:   Baru 4 Bulan Menikah, Ibu Muda di Sikka Ditemukan Tewas