Emak-emak dan Petani Sikka Akan Jadi Perhatian Serius Prabowo-Sandiaga

Emak-emak dan Petani Sikka Akan Jadi Perhatian Serius Prabowo-Sandiaga

435 Read

SIKKA-Calon wakil Presiden pasangan Prabowo, Sandiaga Uno berkunjung ke Kabupaten Sikka, NTT, Senin (25/2/2019). Cawapres nomor urut 2 tiba bandara Frans Seda Maumere pukul 7.54 wita. Ia disambut sapaan adat dan tarian musik tradisional.

Baca juga : Tiba di Sikka, Sandiaga Uno Disambut Baliho Jokowi-Amin

Dari bandara, Sandiaga menuju rumah juang Pius Lustrilanang disambut emak-emak pelaku UKM Kabupaten Sikka. Ia menyapa emak-emak dengan sapaan bahasa daerah Sikka.

Di tempat ini, Sandiaga melihat langsung usaha abon ikan tuna yang memiliki label Tuna Wairotang. Ia juga menerima keluhan petani soal kelangkaan pupuk.

“Tuna Wairotang ini menjadi tempat di masyarakat menjadi produksi kuliner dan ini menjadi masukan buat saya untuk debat ketiga nant,” ujar Sandiaga.

Baca juga : Tiba di Kupang Hari Ini, Sandiaga Uno Akan Bertemu Uskup dan Sinode

Ia mengatakan usaha emak-emak Sikka ini akan menjadi perhatian utama Prabowo-Sandiaga. Selain UKM, Sandiaga juga berjanji memperhatikan nasib petani yang mengeluh kelangkaan pupuk akibat belum terdistribusikan dengan baik terutama pupuk subsidi.

“Ini akan menjadi PR buat kita. Ibu-ibu ini bisa menciptakan ratusan tenaga kerja dan bisa menciptakan peluang usaha dan bisa menopang ekonomi rumah tangga. Ini akan menjadi perhatian kami,” katanya.

Hentikan Kebijakan Impor

Sandiaga mengatakan pasangan Prabowo-Sandi siap mensejahterakan masyarakat dengan membuka lapangan kerja dan memastikan harga-harga bahan pokok stabil.

“Kalau Indonesia ingin sejahtera maka Prabowo-Sandi harus mensejahterakan petani, salah satunya memastikan pupuk dapat di distribusi dengan baik, subsidinya tepat sasaran dan tepat manfaat, setra obat-obatan murah dan terjangkau, alat-alat pertanian tepat sasaran,” katanya.

Ia mengatakan, jika pasangan Prabowo-Sandiaga terpilih menjadi presiden dan wakil presiden maka kebijakan impor hasil pertanian akan dihentikan.

“Kebijakan impor ini tentunya tidak  menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat petani, saat ini petani mengeluh karena harga panen anjlok,” katanya.

“Kami akan memastikan petani harus disejahterakan dan tidak boleh disengsarakan oleh kebijakan impor,” tambahnya. (J.Dgz)

Komentar Anda?