Oknum PNS di Lembata Bolos Kerja Demi Ikut Aksi Demo Dukung Pembangunan Kolam Apung

Oknum PNS di Lembata Bolos Kerja Demi Ikut Aksi Demo Dukung Pembangunan Kolam Apung

247 Read

LEMBATA-Seorang PNS di Kabupaten Lembata, Gory Alexander rela tinggalkan kerja hanya untuk terlibat aksi demonstrasi di kantor Bupati Lembata dan kantor DPRD Lembata, Rabu (27/2/2019).

Aksi itu sebagai bentuk dukungan warga terkait rencana pembangunan Jeti dan kolam apung di Pulau Awalolong.

Dalam aksi, PNS di kantor camat Ile Ape ini menggunakan kain sarung adat (Boeing) dipadu kemeja biru. Ia juga menjadi salah satu orator membacakan pernyataan sikap. Setelah membacakan pernyataan sikap, Gory Alexander menyerahkan pernyataan sikap kepada Plh. Sekda Kabupaten Lembata di Aula Kantor Bupati dan Sekwan di kantor DPRD Lembata.

“Saya Gory Alexander mewakili komunitas masyarakat adat Desa Baolangu, menyerahkan pernyataan sikap ini untuk diteruskan kepada anggota DPRD Lembata untuk ditindaklanjuti,” ujar Gory saat menyerahkan pernyataan sikap kepada sekwan DPRD Lembata.

Baca juga : Agus Boli : Gedung DPRD Flotim tetap dibangun, lokasinya sudah sesuai Perda

Camat Ile Ape, Mus Kallu yang hendak dikonfirmasi terkait oknum PNS yang meninggalkan tugas tidak berada di tempat.

“Bapak camat ada keluar daerah. Hari ini tidak masuk kantor,” ungkap salah seorang staf di kantor camat Ile Ape, Rabu (27/2/2019).

Aksi Dukungan

Koordinator Aksi, Ali Kedang dalam orasinya menyatakan pihaknya memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, dalam melaksanakan pembangunan Jeti dan Kolam Apung di Pulau Awalolong karena pemerintah berusaha untuk menyelematkan pulau awalolong dari kepunahan.

“Siapa yang selama ini melindungi awalolong ? Siapa yang berani tampil sebagai pahlawan? karena ketika pemerintah berusaha menyelamatkan pulau awalolong semua pihak mulai berbicara soal lingkungan hidup. Siapa yang mau jadi pahwalan yang selama ini menjaga awalolong,” ? tanya Ali Kedang.

Baca juga : Indikasi Kerugian Negara Dibalik Rencana Pembangunan Gedung DPRD Flotim

Terkait sejarah, Ali Kedang berpendapat masyarakat Baolangu yang tergabung dalam komunitas masyarakat adat baolangu ini adalah pemilik sah sejarah awalolong.

Dalam pernyataan sikap dan dukungan terhadap pembangunan Awololong yang ditanda tangani oleh Ketua Lembaga Adat Wilem B.Wuwur, Ketua BPD Yohanes Rame Lango elen, dan Kepala Desa Baolangu Ignasius Sulong Uak serta keempat belas suku di Baolangu menyatakan bahwa pemegang hak Ulayat atas Awololong adalah suku Ata Ujan, dan keempat belas suku yang ada di Baolangu menyatakan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Lembata untuk meneruskan pembangunan Awololong.

Dalam pernyataan sikap juga disebutkan bahwa suku Ata Ujan dan suku Ata Wuwur adalah Enaj ekan Alap dan Lewu enaj Alap di Awololong yang sesuai hukum adat Lewokukung Blolu Blurek Baolangu merupakan satu kesatuan masyarakat adat yang tidak terpisahkan dengan desa Lite Ulumado, Nubamado dan Lewoleba gambar dalam berbagai urusan dan menjadi mitra pemerintah dalam mendukung program pembangunan di kabupaten Lembata yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat lembata.

“Bahwa seremonial adat yang di lakukan suku Ata Ujan di Awololong telah mendapat restu dari leluhur nenek moyang melalui Ata Milan dengan menghadiri leluhur kami Magu Nara Bedan yang menyatakan bahwa Awololong itu sama dengan Lewu Okim/Enaj Kepuser yang merupakan manifestasi dari Lewu Awolong, dan oleh karena itu siapapun atau  suku apapun tidak boleh melakukan ritual adat kecuali suku Ata Ujan Baolangu,” ungkap Gory Alexander yang membacakan pernyataan sikap.

Untuk diketahui suku-suku yang tergabung dalam  komunitas masyarakat adat Baolangu yang berikan tanda tangan dan dukungan terkait pembangunan Awololong adalah Suku Atau Ujan,  Ata Wuwur, Lango Belen, Tena Uak, Bliko Lolong Nama Watu, Lamablolok, Langowejak, Ata Iku, Kwadaten, Melu Elam, Unarajan, Lebangun, Bala Or, Tou Or, Riang Kalang, Demong Or, dan Suku Peni Rewot Or.(SW/OK)

Komentar Anda?