Upaya BI dan OJK Dukung Program Prioritas Gubernur NTT

Upaya BI dan OJK Dukung Program Prioritas Gubernur NTT

170 Read

KUPANG-Untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dan berupaya berkontribusi nyata demi kemajuan ekonomi masyarakat NTT.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Naek Tigor Sinaga mengatakan berbagai pencapaian makro yang diraih BI di tahun 2018 diantaranya, inflasi terkendali, pertumbuham kredit relatif baik dan pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 5,14%.

Baca juga : Bursa Efek Indonesia Buka Empat Galeri Investasi di NTT

Sementara dari sisi perkembangan harga, inflasi NTT sepanjang tahun 2018 tetap terkendali sebesar 3,07% di bawah inflasi nasional sebesar 3,13%, dan masih dalam rentang kisaran sasaran nasional 3,5 plus minus 1%.

“Di 2018, perekonomian NTT tumbuh 5,14% (yoy), meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 5,11% (yoy) dan diharapkan 2019 ini terus meningkat,” ujar Tigor saat berbicara dalam Pelatihan Wartawan Ekonomi tentang ‘Sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT dan Otoritas Jasa Keuangan NTT di Waingapu, Kabupaten Sumba Tmur, Kamis (27/2/2019).

Ia mengatakan, untuk mendukung sektor-sektor prioritas yang diprogramkan gubernur NTT, BI perwakilan NTT mengoptimalkan perekonomian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

“Kita dorong lewat UMKM agar pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh signifikan,” katanya.

Baca juga : Waspada Investasi Bodong di NTT

Kantor Perwakilan BI NTT, kata Tigor, telah membentuk sejumlah klaster di daerah itu, seperti klaster bawang merah di Kabupaten Belu, sapi di Kota Kupang, dan padi di Manggarai Barat, namun masih bersifat parsial.

Program-program BI tersebut dapat disinkronkan bersama program percepatan inklusi keuangan dari OJK demi meningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahtaraan rakyat.

Kepala OJK NTT, Robert Sianipar mengatakan sinergi BI dan OJK menjadi langkah awal melakukan berbagai program sebagai bentuk nyata kontribusi kedua lembaga tersebut dalam mendorong, percepatan, pertumbuhan dan peningkatan ekonomi di NTT.

“Sinergi ini, diharapkan sebagai bentuk nyata kontribusi dua lembaga dalam mendorong peningkatan ekonomi di NTT,” kata Robert. (OK/L6)

 

Komentar Anda?