Bawaslu Kupang Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019

Bawaslu Kupang Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019

94 Read

KUPANG– Jelang Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kupang, NTT menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif di Aston Hotel, Kota Kupang, Jumat (1/3/2019).

Kegiatan itu dibuka Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Marthoni Reo dengan tema “Bersama Rakyat Awasi Pemilu Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”.

Baca juga : Emak-emak dan Petani Sikka Akan Jadi Perhatian Serius Prabowo-Sandiaga

Komisioner Bawaslu Kabupaten Kupang,
Polce R. T Dethan mengatakan kualitas pemilu sampai saat ini kurang berkualitas karena masih marak terjadi politik uang (money politic).

“Kualitas Pemilu masih jauh dari harapan. Citra Pemilu tercoreng karena paraktek money politik,” ujar Dethan.

Ia meminta penyelenggara pemilu KPU, Bawaslu dan DKPP untuk berupaya menjaga proses demokrasi berjalan dengan baik sesuai tugas demi menghasilkan Pemilu yang berintegritas.

Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antara Lembaga Bawaslu Kabupaten Kupang, Maria Yulita Sarina mengatakan gerakan ini merupakan terobosan Bawaslu guna menggalang partisipasi masyarakat dalam memberikan hak politik.

“Bawaslu berupaya mentransformasikan gerakan moral menjadi gerakan sosial di masyarakat untuk mengawal Pemilu,” katanya.

Baca juga : Penjelasan Gerindra NTT Terkait Video Pengusiran Sandiaga Uno di Labuan Bajo

Ia mengatakan, Bawaslu terus berupaya mencegah terjadinya konflik, mendorong tingginya partisipasi publik, meningkatkan kualitas demokrasi, membentuk karakter dan kesadaran politik masyarakat agar lahirnya pemimpin yg baik.

“Integritas Pemilu jadi tercoreng dengan maraknya praktek politik transsaksional,” imbuhnya.

Menurut dia, Pemilu 2019 merupakan Pemilu serentak yang penuh tantangan dan berpotensi diwarnai dengan berbagai persoalan baik dari segi teknis pelaksanaan, situasi politik, kondisi sosial masyarakat dan tantangan kampanye.

“Peserta Pemilu kali ini lebih banyak dari Pemilu 2014 hanya ada 12 Parpol sementara 2019 ini ada 16 Parpol,” tandasnya.

Ia menambahkan, sesuai tugas dan fungsi, Bawaslu akan melakukan pencegahan pelanggaran dan sengketa proses Pemilu demi menjamin Pemilu yg fair dan berintegritas agar melahirkan pemimpin yang baik dan berkualitas. (Julio) 

Komentar Anda?