Jembatan Darurat Dagemage Sikka Ambruk, Janji Pemprov NTT Belum Ditepati

Jembatan Darurat Dagemage Sikka Ambruk, Janji Pemprov NTT Belum Ditepati

110 Read

SIKKA– Hujan lebat di wilayah Kabupaten Sikka menyebabkan banjir di kali Dagemage. Akibatnya, empat buah gelagar yang dipergunakan sebagai jembatan darurat pun terseret banjir.

“Kendaraan tidak bisa melintas sejak tadi malam hingga pagi,” ujar Petrus Keli, warga desa Kolisia, Rabu (13/3/2019).

Baca juga : Langkah Taktis Pemkab Sikka Atasi Kelangkaan Minyak Tanah

Ia mengatakan, putusnya jembatan menyebabkan transportasi di wilayah itu sempat lumpuh. Sebagian warga yang hendak melintas terpaksa turun dan berjalan kaki menyeberangi derasnya banjir.

“Sudah ada alat berat yang berupaya menimbun tanah dan batu agar kendaraan bisa melintas. Tetapi angutan kota belum bisa melintas, sambil menunggu petugas melakukan perbaikan,” katanya.

Vinsen Rasi, warga Magepanda menambahkan, masyarakat yang hendak melintas terpaksa mengeluarkan biaya tambahan. Untuk melintas, warga harus menyewa tenaga anak-anak muda setempat untuk mengangkat kendaraannya.

“Untuk menyeberangkan sepeda motor, biaya sewa Rp.50 ribu sampai Rp.100 ribu,” ungkapnya.

“Pemerintah selalu janji perbaiki jembatan tetapi sudah bertahun-tahun tidak ada tindaklanjut,” tambahnya.

Baca juga : April 2019, Ground Breaking Jembatan Palmerah Larantuka

Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka, Tommy Lameng mengaku telah menginstruksikan petugas yang mengoperasikan alat berat ke lokasi ambruknya jembatan.

“Kalau eksavator sejak pagi sudah mulai lakukan pengerukan material. Sementara loader tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 wita,” katanya.

Ia mengaku pemerintah sudah menganggarkan perbaikan jembatan itu. Bahkan, dalam waktu dekat akan dikerjakan. Jembatan yang masuk jalan strategis nasional itu, kata dia, menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sehingga proyek pengerjaannya akan dibawah pengawasan dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT. (J.Dgz)

Komentar Anda?