Jejak Kelam ABG Kupang Terjerumus Prostitusi Online

0
4

KUPANG– Polda NTT merespon cepat pengaduan warga terkait maraknya praktek prostitusi online yang melibatkan anak baru gede (ABG) di Kota Kupang. Untuk membongkar jaringan bisnis lendir melalui aplikasi Mi Chat ini, polisi memburu mucikari yang bertugas menjajakan gadis-gadis belia itu.

Dalam operasi, polisi pun berhasil menangkap basah dua ABG berinisial HN (18) dan MWH (22). Saat diamankan, keduanya sedang melayani tamu di salah satu kamar hotel di Atambua, Kabupaten Belu.

Polisi juga mengamankan barang bukti
berupa uang tunai Rp 3,8 juta, tiga telepon genggam, tumpukan tisu bekas pakai, kondom dalam kemasan dan bekas pakai dan celana dalam.

Baca juga : Polda NTT Ungkap Prostitusi Online yang Libatkan ABG, Tarifnya Rp 500 Ribu

“Kedua korban dikirim ke Atambua setelah pelaku melakukan transaksi dengan pria yang ingin memesan korban,” ujar Kanit I Subdit IV Renakta AKP Tatang P Panjaitan, yang didampingi penyidik Ipda Jafar Alkatiri dan AKP Ketut saat memberikan keterangan pers di Mapolda, Kamis (14/3/2019).

Kepada polisi, kedua korban mengaku dijajakan oleh seorang “Bos” atau “Bapa Ayam” alias mucikari. Alhasil, polisi berhasil menangkap dua mucikari yakni MD alias AB (22) dan YDP alias DD (40).

Kedua pelaku mengaku sudah dua tahun menjajakan wanita ke pria hidung belang melalui aplikasi MI Chat. Mereka juga mengaku selain HN dan MWH, mereka juga menjajakan remaja lain asal kota kupang berinisial, IML (22), MB (21) dan NP (20).

“Tarifnya sekali kencan Rp.500 ribu. Dari harga itu, pelaku mendapat Rp 100 ribu. Dari semua korban, ada yang sudah enam kali dijajakan,” katanya.

Baca juga : Diamankan Polisi, 2 ABG Kupang Korban Prostitusi Online Lagi Asyik Layani Tamu

BACA JUGA:   Baru 4 Bulan Menikah, Ibu Muda di Sikka Ditemukan Tewas

Keduanya dijerat dengan Pasal 296 KUHP Junto Pasal 506 KUHP atau Pasal 27 Ayat 1 Junto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 Tentang ITE dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara. (OK/Dian)