Terjatuh dari Motor, Nasib 2 Pelaku Jambret di Kupang Berakhir di Bui

Terjatuh dari Motor, Nasib 2 Pelaku Jambret di Kupang Berakhir di Bui

1,225 Read

KUPANG– Aksi dua penjambret di Kota Kupang ini terbilang nekad. Pasalnya, keduanya beraksi di siang hari. Nahasnya, usai menjambret sepeda motor yang ditumpangi terjatuh. Keduanya sempat diamuk masa. Satu diantara pelaku sempat melawan petugas hingga akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas

Dua pelaku jambret itu yakni, Marsel Baimetan (42) warga Lelogama, Kabupaten Kupang dan Nikolas Poyk (40) warga Takari, Kabupaten Kupang. Keduanya beraksi pada Sabtu, 16 Marert 2019 sekitar pukul 15.30 wita di bilangan Oebufu, Kota Kupang. Sementara korbannya seorang mahasiswi, Fransiska Febrianti Wawa.

“Mereka sempat bawa kabur tas berisi uang milik korban. Satunya langsung diamankan massa dan satunya diamankan tim buser. Karena sempat melawan maka dilumpuhkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Mooynafi saat menggelar konferensi pers di Mapolresta, Minggu (17/3/2019).

Baca juga : Jejak Kelam ABG Kupang Terjerumus Prostitusi Online

Ia menuturkan, kejadian itu berawal dari korban melintas dari jalan Amabi menuju Jalan Souferdi. Setiba di rumah makan Petra, korban dimepet para pelaku dan langsung merampas tas korban.

“Korbannya sempat terjatuh dan dibantu salah satu saksi bernama, Agustinus Ananias,” katanya.

Baca juga : Polda NTT Ungkap Prostitusi Online yang Libatkan ABG, Tarifnya Rp 500 Ribu

Ia melanjutkan, saksi kemudian berusaha mengejar pelaku. Nahas bagi pelaku, sepeda motor yang ditumpangi terjatuh.

“Mereka sempat dibantu warga, tetapi disaat bersamaan datanglah saksi yang meberitahu kalau mereka pelaku jambret. Sehingga pelaku Nikolaus langsung kabur sementara Marsel langsung diamankan warga,” tandasnya.

Polisi kemudian melakukan pengejaran. Alhasil, sekitar pukul 20.00 wita, polisi berhasil meringkusnya. “Sempat kabur sehingga pelaku ditembak di bagian kaki. Saat ini sedang dirawat di rumah sakit,” katanya.

Pelaku dijerat pasal 365 ayat 2 ke (2) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“Saya imbau agar warga selalu waspada terutama saat melintas di lokasi sepih. Kami akan tindak tegas terhadap setiap aksi kejahatan yang mengganggu kenyamanan warga Kota Kupang,” pungkasnya. (OK/Dian)

 

Komentar Anda?