Johnny Plate : Pilih partai baru calegnya

Johnny Plate : Pilih partai baru calegnya

70 Read

MAUMERE– Sebentar lagi masyarakat Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu yang akan jatuh tanggal 17 April 2019 nanti. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin dan jangan Golput atau tidak memilih.

“Sebentar lagi kita akan memasuki pemilu tanggal 17 April nanti. Untuk itu saya berharap masyarakat yang mempunyai hak pilih harus menggunakannya sebaik mungkin.Pastikan kita sudah terdaftar dan memiliki KTP Elektronik,” sebut Johnny Gerald Plate, anggota DPR RI saat kampanye dialogis di desa Khorobera,kecamatan Mego kabupaten Sikka, Selasa (27/3/2019).

Baca juga : Dana PIP, Program Jokowi dan Perjuangan Hugo Pareira

Johnny juga meminta masyarakat menjadi pemilih cerdas dengan memilih partai yang sesuai dengan keinginan pemilih. Partai yang memiliki ideologi Pancasila dan ingin mempertahankan 4 konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kita harus berkomitmen memilih partai politik yang ingin mempertahankan 4 Pilar Kebangsaan ini. Partai yang dalam perjuangan politiknya selalu memegang teguh Konsensus Kebangsaan ini sebab kita tidak ingin negara ini bubar,” kata Jhony.

Sekjen Partai Nasdem ini pun menghimbau agar para pemilih sebelum menentukan pilihannya harus mempelajari dulu partainya.Sepak terjang partainya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan konsisten menjalankan amanat rakyat.

“Kalau partainya ingin ke Larantuka tetapi anggota dewannya ingin ke Ende maka meskipun tidak sesuai dengan keinginan masyarakat pemilihnya dia harus taat. Meski dengan nangis-nangis terpaksa dia harus ke Ende meskipun dia dan para pemilih ingin ke Larantuka,” terangnya.

Untuk itu Wakil Ketua Tim Pemenangan Jokowi – Ma’ruf  ini pun meminta agar para pemilih sebelum memilih harus melihat dulu partainya baru calegnya.Jangan dibalik,pilih calegnya dulu baru partainya.

“Yang mempunyai visi misi itu hanya presiden dan wakil presiden serta partai politik, kalau caleg tidak memiliki visi misi.Jadi kalau ada caleg yang memiliki visi misi pasti itu tidak benar.Anggota dewan harus bekerja berdasarkan visi misi partai, kebijakan partai,” tegasnya.

Dimana-mana caleg dan anggota dewan selalu mengatakan dirinya sudah membangun ini membangun itu. Johnny katakan dengan tegas,itu tidak benar. Tugas membangun itu tugas pemerintah sementara anggota dewan hanya bertugas membuat undang-undang atau Perda, membahasa anggaran dan fungis pengawasan,mengawasi jalannya pemerintahan.

“Jangan pilih anggota dewan yang katakan saya sudah bangun ini saya sudah bangun itu sebab itu bukan tugas dan pekerjaan dia.Saya katakan itu tidak benar. Harusnya dia katakan saya sudah membuat undang-undang atau Perda apa saja,memperjuangkan anggaran untuk ini dan itu,” tuturnya.

Selain itu putera Tana Ai kabupaten Sikka yang lahir dan besar di Manggarai ini pun mengatakan, partai Nasdem selalu menyeruhkan kepara kadernya dan masyarakat untuk memilih presiden Jokowi memimpin bangsa ini 5 tahun lagi.

“Partai Nasdem melihat selama hampir 5 tahun memimpin bangsa ini, pembangunan yang dilakukan berhasil.Pembangunan hampir merata di seluruh Nusantara dan Jokowi konsisten menjalankan 4 pilar kebangsaan,” ungkapnya.

Partai Nasdem terang Johnny, konsisten memilih presiden yang optimis dan bisa membawa bangsa dan negara ini menjadi lebih baik. Bukan pemimpin yang pesimis dan mengatakan Indonesia akan bubar.

“Jadi sebelum memilih kita harus melihat dulu partainya baru calegnya. Partainya dukung presiden siapa. Jadi harus sesuai dengan apa yang kita inginkan agar tidak menyesal di kemudian hari karena salah memilih,” pungkasnya.(ED)

Komentar Anda?