Pembangunan Telekomunikasi Akan Difokuskan di Wilayah Indonesia Timur

Pembangunan Telekomunikasi Akan Difokuskan di Wilayah Indonesia Timur

68 Read

ENDE– Andreas Hugo Pareira, Anggota DPR RI Komisi I asal Dapil NTT I bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara mengadakan kegiatan sosialisasi “Indonesia Merdeka Sinyal”, Senin, 25 Maret 2019.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kerja sama antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Badan Aksesibilitas dan Telekomunikasi atau BAKTI pelaksananya.

Baca juga : Bakti-Kominfo Akan Bangun 17 BTS dan Akses Internet di Sikka

Disamping kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Detusoko, Menkominfo Rudiantara dan Anggota Komisi 1 DPR RI Andreas Hugo Pareira juga mengunjungi Istama Uskup Agung Ende untuk berdialog dengan tokoh agama katolik, islam dan kristen protestan. Kegitan itu dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat di Taman Renungan Pancasila Ende hingga mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Direktur Komunikasi dan Sumber Daya BAKTI Fadhilah Mathar, Bupati Sikka Fransisko Roberto Diogo, Anggota DPRD Provinsi NTT Emanuel Kolfidus, Ketua DPRD Ende Herman Yoseph Wadi, dan Anggota DPRD Ende Fransiskus Taso dan Yustinus Sani juga Asisten III Setkab Ende Jho Vitalis Tote.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara menyampaikan pembangunan disemua sektor yang dilaksanakan saat ini merupakan visi dan instruksi dari Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla agar pembangunan tidak berfokus di pulau Jawa namun merata diseluruh wilayah Indonesia.

“Saya sangat sering berpergian mengunjungi daerah-daerah wilayah Indonesia bagian timur karna ingin secepatnya dibangun,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada pertengahan Tahun 2019 ini pembangunan bidang telekomunikasi di Indonesia bagian timur khususnya Papua dan Papua Barat dan provinsi lainnya akan diselesaikan.

Rudiantara menambahkan pembangunan di Papua dan Papua Barat tidak mudah karna topografinya yang sulit dijangkau sehingga transportasi yang digunakan harus dengan helikopter.

“Sudah 28 tower yang dibangun diatas permukaan gunung,” katanya.

Baca juga : Dana PIP, Program Jokowi dan Perjuangan Hugo Pareira

Sementara Andreas Pareira dalam sambutannya mengatakan, teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini sudah menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari masyarakat juga kemajuan suatu daerah terutama di Flores. Jaringan sinyal dan akses internet merupakan elemen votal dalam berkomunikasi.

“Seperti mobil, sebagus apapun mobil, bila tidak ada bensin mobil tersebut hanya menjadi pajangan, begitu juga dengan handphone, tanpa jaringan sinyal ataupun internet,” ungkapnya.

Hal inilah yang mendorong penentuan lokasi-lokasi yang akan dibangun akses internet dan tower BTS lebih diutamakan pada instansi kesehatan seperti Puskesmas juga instansi pendidikan seperti sekolah.

“Jaringan telekomunikasi dan akses internet tidak memiliki agama, ras, dan partai politik, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” tegasnya.

Ia berharap kunjungan Menkominfo semakin menegaskan komitmen Presiden Jokowi untuk membangun Indonesia dari pinggiran secara merata.

“Kedepannya dalam aspek telekomunikasi, NTT tidak akan lagi mengalamai kesulitan jaringan telekomunikasi dan akses internet,” pungkasnya. (J.Dgz)

Komentar Anda?