Polda NTT Siap Ungkap Jaringan Penjualan Komodo

Polda NTT Siap Ungkap Jaringan Penjualan Komodo

266 Read

KUPANG– Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus pencurian dan penyelundupan 41 ekor komodo yang diselundupkan ke Singapura. Kasus itu ditanggapi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Ia meminta Polda NTT segera menginvestigasi pengugkapan kasus itu.

Menanggapi itu, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abast mengatakan, Polda NTT segera berkoordinasi dengan Polda Jatim guna mengungkap siapa pelaku dibalik bisnis hewan langka itu.

“Masih lakukan koordinasi dengan Polda Jatim. Kita akan cari tahu bagaimana komodo bisa lolos dari pengawasan,” ujar Jules kepada wartawan, Kamis (28/3/2019).

Baca juga : TN Komodo Darurat Pengawasan, Gubernur NTT Desak Menteri LHK Segera Alihkan Wewenang

Ia mengatakan, selama ini personil Polda NTT terus melakukan patroli bersama Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) di titik keluar antara NTB dan Labuan Bajo. Namun, patroli itu tidak rutin dilakukan, sesuai permintaan pihak BTNK.

“Sifatnya temporer, jika tdk ada permintaan kita tidak lakukan, karena itu ororitas TNK,” katanya.

Ia menduga lolosnya komodo yang diselundupkan itu dari area Labuan Bajo ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ada kemugkinan lolosnya antara area Labuan Bajo ke Bima karena ini jadi pintu masuk dan keluar,” tandasnya.

Ia menambahkan, meski pengawasan TNK menjadi kewenangan langsung dari kementerian LHK, namun Polda NTT akan berkoordinasi dengan BTNK untuk mengevaluasi dan mengkaji ulang pengawasan dan pengamanan wilayah TN Komodo.

“Kita akan dalami keterlibatan orang dalam termasuk jaringannya,” katanya. (OK/Liputan6) 

Komentar Anda?