KPU Siapkan Opsi Penundaan Rekapitulasi Suara Pemilu di Flores Timur

KPU Siapkan Opsi Penundaan Rekapitulasi Suara Pemilu di Flores Timur

455 Read

JAKARTA– Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan untuk mengundurkan penghitungan suara Pemilu 2019 di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menghormati perayaan Semana Santa dalam pekan suci Paskah.

Arief menyampaikan pemungutan suara tetap digelar 17 April 2019, hanya penghitungan suaranya yang dibedakan dengan daerah lain.

“Jadwal rekap itu kan KPU punya durasi tujuh belas hari maksimal. Maka itu bisa kita lakukan setelah durasi ibadah selesai sampai tanggal 21 atau 22 [April], setelah itu selesai, baru kita mulai rekap,” tutur Arief dilansir CNN Indonesia usai bertemu perwakilan Flores Timur di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (28/3).

Baca juga : Surat Terbuka Untuk Bupati dan Ketua DPRD Flores Timur

Arief menegaskan hal ini dilakukan khusus untuk Flores Timur. Sebab perayaan khusus Paskah di sana membuat masyarakat harus memfokuskan waktunya.

KPU juga akan mempercepat proses pemungutan suara agar warga Flores Timur bisa melaksanakan Semana Santa. KPU merencanakan untuk menambah TPS dan memulai pemungutan suara lebih awal.

“Nanti kita jadikan pertimbangan apakah kita harus mulai lebih pagi atau mulainya tetap. Ada beberapa opsi dan cara yang penting proses ini bisa cepat sehingga sore ibadahnya tetap bisa dijalankan,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Flores Timur Anton Hadjon menyampaikan kekecewaannya terhadap penentuan hari pencoblosan yang tidak memperhitungkan upacara keagamaan minoritas.

Sebab hal serupa telah terjadi di Pemilu 2009. Saat itu Flores Timur mendapat kelonggaran memilih di hari berbeda dengan jadwal nasional.

“Kami menyampaikan penyesalan, ini bukan persoalan Pemilu 2019 ini saja. Ini persoalan kehidupan kita berbangsa dan bernegara, karena penetapan tanggal ketika tanggal 17 ditetapkan, bersamaan dengan rangkaian tradisi yang harus kami laksanakan,” tutur Anton.

“Ke depan tidak boleh terulang lagi,” ucap dia. (CNN Indonesia)

 

Komentar Anda?