Pria Sikka Tewas Terjatuh dari Pohon Karena Tolak Ritual Adat, Mistis Atau Fakta?

0
82

SIKKA– Meski usianya tak lagi muda, Laurensius Luga (52), warga dusun Hebing, Desa Hebing, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka masih bisa memanjat pohon.

Dengan iming-iming upah Rp.750 ribu, ia nekad memanjat pohon yang tingginya sekitar 10 meter. Malang menimpanya. Niat baiknya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga tak kesampaian. Ia terjatuh dan meninggal dunia, Jumat (29/3/2019), sekitar pukul 12.00 wita.

Baca juga : Aksi Brutal Preman Pasar di Sikka Tewaskan Pria Paruh Baya

Kapolres Sikka AKBP Rikson P.M Situmorang menuturkan, awalnya korban ditawari oleh Kepala Dusun Hebing, Anselmus Solnus dan para pelanggan listrik untuk memotong dahan pohon dengan upah Rp.750 ribu.

“Ada pemasangan jaringan listrik di desa itu. Korban diminta membersihkan dahan untuk memudahkan pihak PLN saat melakukan pemasangan kabel listrik,” tutur Rikson kepada wartawan, Sabtu (31/3/2019).

Ia mengatakan, dari pengakuan para saksi, sebelum korban memanjat pohon, kepala dusun berkoordinasi dengan tua adat agar sebelumnya harus dilakukan seremonial adat, karena menurut kepercayaan warga setempat, pohon tersebut sudah kategori pohon yang sangat tua dan punya kekuatan gaib.

Terjadilah kesepakatan untuk melakukan seremonial adat sebelum dilakukan pembersihan. Namun sebelum ritual itu digelar, diam-diam korban sudah memanjat dan langsung memotong dahan dan ranting pohon. Maka, seremonial adat pun tidak jadi dilaksanakan.

Baca juga : 2 Anggota Polres Sikka Ditangkap Saat Asyik Pesta Sabu

Rupanya mistis yang diyakini warga setempat itu terbukti. Saat korban sedang berupaya membersihan ranting pohon, tiba-tiba angin bertiup kencang dan mematahkan sebagian ranting yang sedang dipotong. Korban pun kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Kepala korban terbentur batu persis di bawah pohon. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Mapitara guna mendapatkan pertolongan medis. Namun saat dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Ia menambahkan, setelah menerima laporan warga, anggota Polsek Bola langsung menuju TKP.

“Polisi sudah memediasi antara keluarga korban dan keluarga dari kepala dusun. Saat ini jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga untuk disemayamkan,” pungkasnya. (J.Dgz)

BACA JUGA :