Aksi Demo Mahasiswa Desak Kapolda NTT Usut Tuntas Kasus Penyelundupan Komodo

Aksi Demo Mahasiswa Desak Kapolda NTT Usut Tuntas Kasus Penyelundupan Komodo

290 Read

KUPANG– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Manggarai Peduli Komodo melakukan aksi demonstrasi, Kamis (4/4/2019). Mahasiswa mendesak Kapolda NTT segera usut tuntas kasus penyelundupan 41 ekor komodo.

Koordinator aksi, Jefri Nyoman mengatakan, Pulau Komodo menjadi salah satu dari 7 keajaiban warisan dunia dan menjadi salah satu kebanggaan Indonesia di mata dunia, namun pengawasannya masih dianggap lemah. Kasus pencurian ini, kata dia, menunjukan bahwa pemerintah pusat tidak mampu mengelola dan mengawasi Taman Nasional Komodo (TNK) dalam hal ini kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai penanggungjawab.

“Kami menilai kasus penyelundupan komodo merupakan kejahatn transaksional dan bentuk mafia luar biasa, terstruktur dan sistemmatis karena jaringannya melibatkan pihak lokal, nasional dan internasional,” ujarnya.

Baca juga : Viktor Laiskodat Minta Pembeli Kembalikan Komodo

Ia mendesak KLHK segera mengevaluasi kinerja kepala BTNK dan diminta pertanggungjawabannya dan segera dicopot dari jabatannya. Karena, kajadian ini menunjukan bahwa kepala BTNK lalai dan tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Pemprov NTT harus turut berandil untuk berupaya mengembalikan satwa komodo ke habitatnya,” katanya.

Menurutnya, jika kasus ini dibiarkan berlarut maka Pulau Komodo tidak lagi aman.

“Ini juga warning buat kapolda agar segera selesaikan secara tuntas. Polda NTT harus terus berkoordinasi dengan Polda Jatim dan hasilnya harus diumumkan ke publik,” tandasnya.

Pantauan wartawan, mahasiswa gagal bertemu dengan Kapolda NTT karena sedang melakukan rapat khusus. Mahasiswa hanya berhasil bertemu dengan Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana PT Binti.

Baca juga: TN Komodo Darurat Pengawasan, Gubernur NTT Desak Menteri LHK Segera Alihkan Wewenang

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana PT Binti mengatakan kasus ini ditanggapi serius oleh Polda NTT.

“Tidak ada pembiaran dengan kasus ini,” katanya.

Berikut beberapa tuntutan mahasiswa :

1. Mendesak kapolda NTT segera melakukan peyelidikan pelaku penyelundupan komodo dan beri sanksi tegas.

2. Mendorong Polda NTT bekerja sama dengan Polda Jartim mengusut tuntas kasus penyelundupan komodo.

3. Meminta Kapolda NTT segera membentuk Satgas khusus untuk lakukan pengawasan di TNK.

4. Segera kembalikan komodo ke habitat aslinya.

5. Segera sterilkan kawasan TNK.

6. Mendesak kapolda NTT dalam waktu 2×24 jam memanggil Kapolres Manggarai Barat untuk mempertanggugjawabkan kasus ini.

7. Meminta DPRD NTT sosialisasikan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem.

8. Mendesak DPRD NTT segera berkoordinasi dengan komisi 7 DPR RI untuk segera merevisi UU No 5 Tahun 1990.

9. Mendesak DPRD NTT bersama komisi 7 DPR RI segera berkoordinasi dengan KLHK untuk mencopot kepala BTNK. (Dian/Liputan6)

 

Komentar Anda?