Telkomsel Sukses Tata Ulang Pita Frekuensi 

0
47

JAKARTA – Telkomsel sukses menyelesaikan penataan ulang pita frekuensi (refarming) 800 MHz dan 900 MHz. Penataan itu dimulai sejak 25 Februari hingga 1 April 2019.

Telkomsel menuntaskan proses refarming dengan lancar tanpa mengalami gangguan yang berarti, di bawah pantauan Kominfo dengan perencanaan, eksekusi dan pemantauan ketat terhadap performansi jaringan Telkomsel. Proses refarming untuk 42 cluster secara nasional yang mencakup 34 provinsi, dimulai dari Papua, Maluku dan terakhir di Jawa Timur.

Baca juga : Apresiasi Telkomsel dan Cellular World Bagi Pelanggan Melalui Program Digiprise 

Proses penataan ulang pita frekuensi 800 MHz dan 900 MHz yang dicanangkan Kemenkominfo berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 29 Tahun 2019 yang mewajibkan penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler untuk melakukan penataan ulang pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz yang saat ini terpisah (non-contiguous).

Direktur Network Telkomsel, Bob Apriawan mengatakan, proses penataan refarming ini melalui persiapan yang matang dengan expertise sumber daya manusia  yang handal.

Selain itu, kata dia, refarming ini juga dapat memberikan peningkatan efisiensi spektrum yang memungkinkan akselerasi perluasan cakupan layanan LTE hingga 95% populasi. Manfaat tersebut juga nantinya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Refarming ini menjadikan pita frekuensi Telkomsel di 800-900 MHz menjadi kontinyu 15 MHz. Sehingga Telkomsel dapat memanfaatkan teknologi LTE 10-15 MHz dan pelanggan dapat menikmati kecepatan internet yang lebih maksimal,” ujarnya.

Baca juga : Telkomsel Gelar The NexDev Talent Scouting dan The Next Acdemy 2019

Menanggapi penyelasaian refarming  Telkomsel, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo, Ismail menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya Telkomsel menyelesaikan rangkaian proses refarming ini tanpa ada keluhan pelanggan yang berarti.

“Penataan frekuensi mendorong efisiensi dan optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi radio. Dengan selesainya seluruh proses refarming ini, maka pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz sekarang telahberdampingan (contiguous) sehingga masyarakat pengguna layanan seluler dapat menikmati kualitas yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, sesuai dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 29 Tahun 2019, penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler wajib melakukan penataan ulang pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz yang saat ini terpisah (non-contiguous)  menjadiberdampingan ( contiguous).

Dengan demikian, setiap penyelenggara jaringan bergerak selular memiliki keleluasaan dalam pemanfaatan pita frekuensi sesuai dengan teknologi, dan pengkanalan yang paling sesuai dengan kondisi trafik layanan selulernya pada suatu area tertentu.

“Pada akhirnya masyarakat dapat menikmati kualitas layanan yang lebih baik,” imbuhnya. (TIM)