Caleg PAN di Kota Kupang Dipolisikan karena Ancam Bunuh Ibu Rumah Tangga

0
75

KUPANG– Seorang Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN), Martinus Sogen dilaporkan ke Polres Kupang Kota karena diduga melakukan ancaman pembunuhan terhadap dua ibu rumah tangga di Kota Kupang pada Januari 2019 lalu.

Dua korban yang mendapat ancaman pembunuhan itu yakni, Angelica (45) dan ibunya, Jong Alin. Keduanya merupakan warga RT 2 RW 1, Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

“Motifnya karena utang piutang antara isteri pelaku dengan oknum TNI sebagai peminjam. Saya sebagai pengantara, karena oknum TNI itu meminta bantuan lewat saya. Uang itu milik isteri pelaku dan Pelaku ini statusnya Caleg dari PAN,” tutur Angelica kepada Liputan6.com, Kamis (11/4/2019).

Baca juga : Polda NTT Ungkap Prostitusi Online yang Libatkan ABG, Tarifnya Rp 500 Ribu

“Uang sebesar Rp.100 juta dan oknum TNI sudah dikembalikan Rp 50 juta. Karena tak berhasil tagih uang sisa, pelaku malah ancam membunuh saya dan ibu saya,” tambahnya.

Angelica menuturkan, awalnya korban mendatangi rumahnya guna menanyakan sisa uang pinjaman. Karena tak berhasil menemuinya, pelaku mengancam membunuh ibunya, Jong Alin yang saat itu sendirian di rumah.

“Pelaku menggunakan pisau. Ia ancam membunuh ibu saya,” katanya.

Keesokan harinya, kata dia, pelaku menelponnya dan mengancam akan membunuhnya jika tidak segera mengembalikan sisa uang pinjaman.

“Kalau tidak cepat kembalikan, saya akan membunuhmu dan keluargamu,” ujarnya menirukan.

Baca juga : 2 Anggota Polres Sikka Ditangkap Saat Asyik Pesta Sabu

Merasa terancam, ia bersama ibunya mendatangi SPKT Polres Kupang Kota untuk membuat laoran polisi.

“Kita laporkan sejak Januari 2019, namun sampai sekarang belum ada kejelasan penanganan kasusnya,” katanya.

Minta Ditangani Polda NTT

Merasa tak puas dengan proses penanganan kasus yang dilaporkannya, Angelica bersama ibunya mendatangi SPKT Polda NTT, Rabu (11/4/2019). Ia meminta Polda NTT segera mengambilalih penanganan kasus itu, karena dinilainya lamban.

“Kita laporkan dari Januari, tetapi hingga sekarang belum juga diproses,” katanya.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abast membantah jika penyidik Polres Kupang Kota lamban menanangani kasus itu. Menurut dia, saat ini penyidik masih menunggu keterangan ahli.

“Kan sudah ada SP2HP, artinya penyidik sedang bekerja, prosesnya sedang berjalan. Kita akan bekerja profesional,” ujar Jules. (OK/Liputan6) 

BACA JUGA :