Kehamilan Siswi SMP Ungkap Aksi Bejat Mahasiswa Kupang

Kehamilan Siswi SMP Ungkap Aksi Bejat Mahasiswa Kupang

1,166 Read

KUPANG– Nasib nahas dialami, MET (16). Siswi klas 2 di salah satu SMPN di Kabupaten Kupang ini dicabuli calon kakak ipar hingga hamil.

Saat ini, anak kedua dari delapan bersaudara ini diketahui hamil enam bulan. Pelaku merupakan mahasiswa Universitas Persatuan Guru (UPG) 45 Kupang semester akhir, Yuvens Pada Tukan (26).

Baca juga : Aksi Bejat Remaja Kupang Usai Nonton Film Bokep

Ibu korban Magdalena Mananel (37) menuturkan, aksi bejat pria asal, Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur itu terungkap ketika ia curiga dengan perubahan fisik anaknya. Saat ditanya, sang anak mengaku jika ia sudah dicabuli berulang kali oleh pelaku.

Pelaku, kata dia, merupakan calon suami adiknya yang juga berstatus mahasiswa. Sejak bertunangan dengan adiknya, pelaku dimintai tinggal di rumah yang tak jauh dari rumah korban.

“Karena kasihan hidup di kos, kita ajak tinggal di rumah. Ternyata ia memanfaatkan kebaikan kami. Ia malah memperkosa anak saya,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Setelah mendengar pengakuan anaknya, ia bersama keluarga langsung membuat laporan polisi di Polda NTT. Kepada polisi, korban mengaku dicabuli tiga kali oleh pelaku.

Sementara korban, MET mengaku ia dicabuli pertama oleh pelaku pada Juni 2018. Saat itu, ibu dan keluarga lainnya tak berada di rumah. Ia diminta ibunya menjaga adik-adiknya yang masih kecil. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku mencabuli korban.

“Pelaku tarik saya ke ruang tamu. Saya sempat melawan tetapi tak berdaya karena dipaksa,” katanya.

Baca juga : Siswa SMP di Kota Kupang Jadi Korban Pemerkosaan Sopir Angkot

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, kata dia, pelaku mengancamnya agar tidak boleh menceritakan ke siapapun.

Ia menambahkan, setelah mencabulinya sebanyak tiga kali, pelaku sempat memaksanya mengkonsumsi obat-obatan untuk mengugurkan janin.

Minta Perlindungan LBH

Usai membuat laporan di Polda NTT dengan bukti laporan, LP/B/III/IV/2019/ SPKT, korban bersama orangtuanya mengadu ke Lembata Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT, Kamis (11/4/2019). Di LBH, orangtua korban meminta pendampingan hukum.

Ketua LBH Surya NTT, E. Nita Juwita, SH.MH mengaku siap mengawal kasus itu hingga tuntas. Ia meminta polisi segera menangkap pelaku.

“Sudah dibuat surat kuasa dan siap kita kawal. Ini kejahatan terhadap anak sehingga proses hukumnya harus cepat,” katanya.

Kepala Bidang Pemberdyaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KP3A) Kabupaten Kupang, Firmanu Cahaya mengaku akan melakukan pendampingan konseling terhadap korban.

“Kita fokus terhadap psikis korban. Ini anak bawah umur sehingga psikisnya harus diperbaiki,” ujarnya. (OK/L6) 

Komentar Anda?